<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8163905804026490912</id><updated>2012-02-04T18:17:01.285-08:00</updated><category term='Kampus STT Telkom'/><category term='Leisure'/><category term='Wawasan'/><category term='Kesehatan'/><category term='Wacana'/><category term='Kontemplasi'/><category term='Politik'/><category term='puisi'/><category term='Teknologi'/><category term='Indonesia Today'/><category term='Resensi Buku'/><category term='Catatan Kebanggaan'/><category term='humor'/><title type='text'>second generation</title><subtitle type='html'>&lt;b&gt;"TOWARDS TO YOUNG INTELECTUALL"&lt;/b&gt;
&lt;br&gt;Merendahlah, engkau kan seperti bintang-gemintang. Berkilau di pandang orang. Diatas riak air dan sang bintang nun jauh tinggi. Janganlah seperti asap, Yang mengangkat diri tinggi di langit, Padahal dirinya rendah-hina. (Alm.Rahmat Abdullah)&lt;/br&gt;</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>dOnifErdiAn</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05060062951178837687</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>22</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8163905804026490912.post-7111356735511093706</id><published>2008-08-15T05:35:00.000-07:00</published><updated>2008-08-15T05:42:31.303-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wawasan'/><title type='text'>Asal Muasal Zodiak</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;tentang zodiak:&lt;br /&gt;(Pesan Penulis: mohon dibaca sampai selesai :D)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo mau backtrack langsung kunjungi situsnya:&lt;br /&gt;http://deking.wordpress.com/2007/08/15/zodiak-astrologi-atau-astronomi-hanya-suatu-prequel/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sy copy paste di:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://ferdi-ferdian.blogspot.com/&lt;br /&gt;Sy rasa penjelasan ini cukup ilmiah dan paling tidak memberikan pengetahuan bagi kita tentang asal usul zodiak.&lt;br /&gt;Selamat Menyantap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begin: First Chapter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Catatan awal: tulisan ini tentang western zodiac (yang lebih mengacu pada tropical zodiac a.k.a sidereal zodiac) yang masih belum memasukkan Ophiucus dalam daftar zodiak.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin teman-teman sudah kenal apa yang namanya zodiak. Kita semua pasti memiliki yang namanya zodiak, terlepas kita peduli atau tidak dengan yang namanya zodiak. Zodiak sangat berkaitan erat dengan tanggal lahir seseorang karena zodiak ditetapkan berdasarkan tanggal lahir kita. Apakah zodiak mempengaruhi karakter seseorang? Wah maaf sekali saya bukanlah seorang dukun ataupun pakar strologi jadi saya tidak bisa menjawab pertanyaan tsb. Yang akan saya bahas hanyalah hubungan tanggal lahir seseorang dengan zodiak yang dimiliki (secara matematika astronomi)? Kenapa orang yang lahir tanggal 16 Juli bisa memiliki zodiak Cancer?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya zodiak tidak hanya termasuk dalam ranah astrologi saja tetapi zodiak juga termasuk dalam ranah astronomi, hal ini tergantung bagaimana kita memandang zodiak tsb. Tetapi banyak orang yang beranggapan kalau kita membicarakan zodiak maka berarti kita telah memasuki ranah astrologi. Secara singkat saya cantumkan definisi astrologi dan astronomi yang saya ambil dari wikipedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama mari kita lihat definisi astrologi dan astronomi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Astrologi: ilmu yang menerjemahkan tentang kenyataan dan keberadaan manusiawi, berdasarkan posisi dan gerak-gerik relatif berbagai benda langit, terutama Matahari, Bulan, planet seperti dilihat pada waktu dan tempat lahir atau lain peristiwa dipelajari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Atau secara singkatnya astrologi adalah ilmu yang mengasumsikan bahwa takdir manusia dapat dikaitkan dengan letak benda-benda astronomis di langit&lt;br /&gt;  2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Astronomi: ilmu yang melibatkan pengamatan dan penjelasan kejadian yang terjadi di luar Bumi dan atmosfernya. Ilmu ini mempelajari asal-usul, evolusi, sifat fisik dan kimiawi benda-benda yang bisa dilihat di langit (dan di luar Bumi), juga proses yang melibatkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi astrologi dan astronomi tsb saya ambil mentah-mentah dari wikipedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita kembali ke masalah zodiak, apakah zodiak tsb? Zodiak sebenarnya merujuk pada konstelasi (gugus bintang) yang ada di angkasa. Tetapi saya tidak akan berbagi secara detail tentang apa definisi zodiak. Sesuai judul tulisan ini “Kenapa kita memiliki zodiak?” maka saya akan berbagi bagaimana sebenarnya hubungan antara tanggal lahir dengan zodiak yang bersesuaian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti sudah saya sebutkan bahwa zodiak merujuk pada gugus bintang di langit, pembagian gugus bintang di langit ini dilakukan sepanjang eliptik *(”lintasan” semu matahari) dan pembagian dimulai dari vernal equinox (perpotongan antara ekliptik dan garis khatulistiwa bola langit). Oleh ilmuwan jaman Babilonia lingkaran eliptik dibagi menjadi 12 wilayah ** dengan ukuran sama, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Aries: 0^o \le \lambda &lt; lambda =" 0^o)." 986o =" 115,362o"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8163905804026490912-7111356735511093706?l=ferdi-ferdian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/feeds/7111356735511093706/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8163905804026490912&amp;postID=7111356735511093706' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/7111356735511093706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/7111356735511093706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/2008/08/asal-muasal-zodiak.html' title='Asal Muasal Zodiak'/><author><name>dOnifErdiAn</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05060062951178837687</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8163905804026490912.post-7566942026886781303</id><published>2008-08-07T07:10:00.000-07:00</published><updated>2008-08-07T07:41:57.758-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Puncak Iman</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;disela waktu yang begitu cepat berlalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;iman itu laut, cintalah ombaknya&lt;br /&gt;iman itu api, cintalah panasnya&lt;br /&gt;iman itu angin, cintalah badainya&lt;br /&gt;iman itu salju, cintalah dinginnya&lt;br /&gt;iman itu sungai, cintalah arusnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka eratkan ikatannya,&lt;br /&gt;Dan abadikan cintanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serial Cinta Anis Matta&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8163905804026490912-7566942026886781303?l=ferdi-ferdian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/feeds/7566942026886781303/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8163905804026490912&amp;postID=7566942026886781303' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/7566942026886781303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/7566942026886781303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/2008/08/puncak-iman.html' title='Puncak Iman'/><author><name>dOnifErdiAn</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05060062951178837687</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8163905804026490912.post-1485080362274408858</id><published>2008-07-23T07:48:00.000-07:00</published><updated>2008-12-11T15:32:48.315-08:00</updated><title type='text'>duka itu tak kenal waktu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;baru kemaren sore ditelpon ibu dari Jakarta kalo wa ecin (kaka ibu paling tua yang tinggal megamendung) masuk ICU di rumah sakit kramat 128. Pagi tadi pas aku lagi diwarnet stlah dari rumah pa Solatun skitar jam 9-an, aku ditelpon ibu dengan suara terisak.."don..wa ecin udah ga ada.. cepet pulang"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Aku langsung telpon redy spaya order yang mau diserahin hari ini segera dia ambil alih.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jam 10an aku sudah siap berangkat diantar &lt;a href="http://hetzer.multiply.com/"&gt;superyogs&lt;/a&gt;, tapi perut ku tiba2 perih. Rasanya asam lambung tinggi, gejala maag kambuh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Aku cuekin gejala tsb, hanya aku antisipasi dengan promag. Seperti biasa aku diantar sampe jembatan tol buah batu..naik bis jurusan garut-jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Nah, pas di bis..perut melilit banget, perih..rasa ditusuk2, dan mual. Yang biasa aku duduk di bis langsung tidur..tadi aku ngerasain 2,5jam perjalanan dengan mata terbuka dan perih perut yang sangat. Aku coba atur nafas..tapi yang keluar keringat dingin. Sesampai didaerah Karawang, bis primajasa isi bahan bakar sekaligus petugas pol menghitung jumlah penumpang untuk disingkronkan dengan laporan kenek bis. Aku sempatkan tanyakan apotek, ternyata ga ada. T_T&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lagi2 aku coba bertahan, melawan rasa perih dengan mengatur nafas dan mencengkram botol minum yang tadi aku beli sebelum brangkat. Didaerah Pondok Gede, terjadilah kejadian itu. Aku m*nt*h. Untungnya aku pegang plastik minuman. Jadi keluarin disana deh :O&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sampai UKI, perjuangan nahan sakit belum usai.. aku langsung masuk ke taksi untuk minta antar ke rumah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Aku mampir di rumah wa eli (kaka ibu jg) karena kunci rumahku dibawa semua. Ternyata semua sudah berangkat ke rumah nenek. Mereka kumpul disana dan almh.wa ecin dimandikan disana.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Aku masih punya 2 task, menghilangkan rasa sakit dan menuju rumah nenek. Aku ingat, kalo obat sakit maag itu adalah kunyit. Kunyit diparut lalu langsung dimakan agar getahnya masih ada dan bisa bereaksi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Selepas makan kunyit, aku langsung ke rumah nenek bareng ayah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sesampai di rumah nenek, ruangan sudah ramai dan almh.wa ecin sudah dimandikan dan dikafankan. Ada ustadzah lokal, temen ngaji nenek yang turut mendoakan. Suasana terasa sangat berduka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Selepas didoakan, wajahnya di tutup dengan kapas dan dikafankan wajahnya. Sholat jenazah dididirakan di masjid deket rumah nenek. Setelah itu, kami semua menuju pemakaman di TPU Kemiri, Sunan Giri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Aku dan ayah serta ibu dan teman2nya naik mobil dengan jalur yang berbeda. Dengan harapan menghindari macet. Namun sayang, sesampai disana malah terlambat. Almh.Wa Ecin sudah dikubur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Prosesi tinggal berdoa saja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Anak2nya benar2 merasa kehilangan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_yp6O6Yo3O7A/SIdUUisIfBI/AAAAAAAAACQ/W5PA5DTgmD4/s1600-h/IMAGE_059.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_yp6O6Yo3O7A/SIdUUisIfBI/AAAAAAAAACQ/W5PA5DTgmD4/s320/IMAGE_059.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226238604472777746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;makam almh.ecin kuraisyin (wa ecin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_yp6O6Yo3O7A/SIdUVClkQ3I/AAAAAAAAACY/sHYvdlch95w/s1600-h/IMAGE_063.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_yp6O6Yo3O7A/SIdUVClkQ3I/AAAAAAAAACY/sHYvdlch95w/s320/IMAGE_063.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226238613035172722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;salah seorang anaknya (teh epi bersama mas wawan-suaminya)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Kami pun, keponakan merasa kehilangan. Seseorang wanita yang supel, perhatian pada anak dan keponakan, dan beragam kebaikan lain yang menghantarkan doa kami untuknya.&lt;br /&gt;Semoga ini menjadi pengingat bagi kami yang masih hidup..&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"kullu nafsin zaiqotul maut"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Semoga amal ibadah diterima disisi Allah dan diampuni segala kesalahannya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Allahummaghfirlaha warhamha wa'afiha wa'fuanha...."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8163905804026490912-1485080362274408858?l=ferdi-ferdian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/feeds/1485080362274408858/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8163905804026490912&amp;postID=1485080362274408858' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/1485080362274408858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/1485080362274408858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/2008/07/duka-itu-tak-kenal-waktu.html' title='duka itu tak kenal waktu'/><author><name>dOnifErdiAn</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05060062951178837687</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_yp6O6Yo3O7A/SIdUUisIfBI/AAAAAAAAACQ/W5PA5DTgmD4/s72-c/IMAGE_059.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8163905804026490912.post-3610338747935403337</id><published>2008-06-22T20:21:00.000-07:00</published><updated>2008-06-22T20:31:35.558-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia Today'/><title type='text'>Lamlalin Mati??</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;kebayang kalo lamlalin mati alias lampu lalu lintas ga fungsi?&lt;br /&gt;pagi ini, sy sudah menemukan 3 lamlalin yang ga fungsi sama sekali... masing2 kendaraan pengen duluan.. akibatnya tau sendiri dah.. macet abis.&lt;br /&gt;Ntah kenapa ko bisa ya lamlalin ga fungsi, apa juga kena kebijakan PLN memadamkan listrik bergantian? :D&lt;br /&gt;Anyway..&lt;br /&gt;siapa tau dengan *berharap* matinya lamlalin bikin pengendara semakin toleran dengan pengendara laen.&lt;br /&gt;ato&lt;br /&gt;malah sebaliknya.. makin muncul ego kepentingan,&lt;br /&gt;"aduh mesti meeting neh"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"wah, alamat dapet SP neh"&lt;br /&gt;"Kereta gw berangkat"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;etc..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8163905804026490912-3610338747935403337?l=ferdi-ferdian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/feeds/3610338747935403337/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8163905804026490912&amp;postID=3610338747935403337' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/3610338747935403337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/3610338747935403337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/2008/06/lamlalin-mati.html' title='Lamlalin Mati??'/><author><name>dOnifErdiAn</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05060062951178837687</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8163905804026490912.post-4843944093842438480</id><published>2008-06-20T21:58:00.002-07:00</published><updated>2008-06-21T00:08:06.374-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wacana'/><title type='text'>Akhirnya Nulis Juga..:D</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;well,&lt;br /&gt;sudah hampir setahun ga nulis ni blog... kangen juga. :D&lt;br /&gt;kemarin gara2 ngeliat tulisan temen, catatan keseharian, catatan motivasi, catatan kehidupan..pokoknya semua yang pernah dialami, dilihat, didengar, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;dirasakan oleh panca indera,&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; di ditulisnya dalam catatan yang kadang berbentuk narasi, puisi atau ya... sekedar curahan hati. (supaya akhirannya "i" smua).&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya...&lt;br /&gt;*sambil ngiket kepala pake kain bertulisakan Ayo Nulis&lt;br /&gt;*sambil ngegulung lengan baju sampe bahu&lt;br /&gt;*sambil mengepalkan kedua tangan .. eh kalo yang ini ga jadi, biar bisa nulis... :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nulis juga....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat Euy..&lt;br /&gt;Chaiyyoo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8163905804026490912-4843944093842438480?l=ferdi-ferdian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/feeds/4843944093842438480/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8163905804026490912&amp;postID=4843944093842438480' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/4843944093842438480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/4843944093842438480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/2008/06/akhirnya-nulis-jugad_20.html' title='Akhirnya Nulis Juga..:D'/><author><name>dOnifErdiAn</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05060062951178837687</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8163905804026490912.post-7463061535980048425</id><published>2007-08-27T20:06:00.000-07:00</published><updated>2008-07-23T07:37:10.609-07:00</updated><title type='text'>Puasa Sebentar Lagi</title><content type='html'>&lt;h4&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Fiqih Ringkas Tentang Puasa   &lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;span class="postedby"  style="font-size:85%;"&gt;Oleh: Mochamad Bugi&lt;/span&gt; &lt;hr style="height: 2px;font-size:78%;color:#999999;" align="left"  noshade="noshade" &gt;  &lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/index.php/sunnah-nabawiyah/2007/fiqih-ringkas-tentang-puasa/email/" title="EMail This Post" rel="nofollow"&gt;&lt;img src="http://www.dakwatuna.com/wp-content/plugins/email/images/email.gif" alt="E-Mail This Post/Page" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/index.php/sunnah-nabawiyah/2007/fiqih-ringkas-tentang-puasa/print/" title="Print This Post" rel="nofollow"&gt;&lt;img src="http://www.dakwatuna.com/wp-content/plugins/print/images/print.gif" alt="Print This Post/Page" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Shaum atau puasa secara bahasa bermakna &lt;em&gt;al-imsak&lt;/em&gt; atau menahan diri dari sesuatu seperti menahan diri dari makan atau berbicara. Makna shaum seperti ini dipakai dalam ayat ke-26 surat Maryam. “Maka makan dan minumlah kamu, wahai Maryam, dan tenangkanlah hatimu; dan jika kamu bertemu seseorang, maka katakanlah saya sedang berpuasa dan tidak mau berbicara dengan siapapun.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sedangkan secara istilah, shaum adalah menahan dari dari dua jalan syahwat, mulut dan kemaluan, dan hal-hal lain yang dapat membatalkan pahala puasa mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Keutamaan Bulan Ramadhan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dari Ibnu Mas’ud, Rasulullah saw. bersabda, “Penghulunya bulan adalah bulan Ramadhan dan penghulunya hari adalah hari Jum’at.” (Thabrani)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Rasulullah saw. bersabda, ” Kalau saja manusia tahu apa yang terdapat pada bulan Ramadhan, pastilah mereka berharap Ramadhan itu selama satu tahun.” (Thabrani, Ibnu Khuzaimah, dan Baihaqi)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Apabila datang bulan puasa, dibuka pintu-pintu surga dan ditutup pintu-pintu neraka.” (Bukhari dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Rasulullah saw. juga bersabda, “Apabila datang malam pertama bulan Ramadhan, para setan dan jin kafir akan dibelenggu. Semua pintu neraka ditutup sehingga tidak ada satu pintu pun yang terbuka; dan dibuka pintu-pintu surga sehingga tidak ada satu pun yang tertutup. Lalu terdengara suara seruan, “Wahai pencari kebaikan, datanglah! Wahai pencari kejahatan, kurangkanlah. Pada malam itu ada orang-orang yang dibebaskan dari neraka. Dan yang demikian itu terjadi pada setiap malam.” (Tirmidzi dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;Keutamaan Puasa Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan penuh harap, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa yang shalat malam pada bulan puasa, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Bukhari dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Waktu Berpuasa&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ibadah puasa dimulai sejak masuknya fajar shadiq (waktu shalat Subuh) hingga terbenamnya matahari (masuk waktu shalat Maghrib). Allah menerangkan di dalam al-Qur’an dengan istilah benang putih dari benang hitam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Doa Berbuka Puasa&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jika berbuka puasa, Rasullullah saw. membaca, &lt;em&gt;“Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu.”&lt;/em&gt; Artinya, ya Allah, untukmu aku berpuasa dan dengan rezeki yang engkau berikan kami berbuka. Dan Rasulullah saw. berbuka puasa dengan kurma. Jika tidak ada, cukup dengan air putih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Sunnah-sunnah Dalam Berpuasa&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sebelum berpuasa, disunnahkan mandi besar dari junub, haidh, dan nifas. Bagi orang yang berpuasa, disunnahkan melambatkan makan sahur dan menyegerakan berbuka. Berdo’a sebelum berbuka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Agar amalan puasa tidak rusak dan pahalanya tidak gugur, orang yang berpuasa disunnahkan menjaga anggota badan dari maksiat, meninggalkan obrolan yang tidak berguna, meninggalkan perkara syubhat dan membangkitkan syahwat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Disunnahkan memperbanyak tilawah Al-Qur’an, memberi makan orang puasa untuk berbuka, dan memperbanyak sedekah. Di sepuluh hari terakhir, sangat dianjurkan beri’tikaf.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Yang Dibolehkan Tidak Berpuasa&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1. Orang yang safar (dalam perjalanan). Tapi, ada ulama yang memberi syarat. Seseorang boleh tidak berpuasa di bulan Ramadhan dan menggantinya di bulan lain, jika safarnya menempuh lebih dari 89 km dan safarnya bukan untuk maksiat serta perjalanannya dimulai sebelum fajar. Namun Imam Hanbali membolehkan berbuka, walaupun safarnya dimulai pada siang hari. Alasan dibolehkannya berbuka adalah karena safar mengandung &lt;em&gt;masyaqqah&lt;/em&gt; (kesusahan). Jika seseorang yang safar mengambil rukshah ini, ia wajib mengganti puasanya itu di hari lain sejumlah hari ia tidak berpuasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2. Orang yang sedang sakit. Sakit yang masuk dalam kategori ini adalah sakit yang dapat menghambat kelangsungan ibadah puasa dan berdampak pada keselamatan fisik jika dia tetap berpuasa. Untuk memutuskan dan menilainya, diperlukan pendapat dokter. Jika seseorang tidak berpuasa karena sakit, ia wajib mengganti puasa yang ditinggalkannya di bulan lain ketika ia sudah sehat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;3. Wanita hamil dan ibu yang menyusui. Wanita hamil atau ibu menyusui boleh tidak berpuasa, tapi harus menggantinya di hari lain. Jika dia tidak berpuasa karena takut dengan kondisi dirinya sendiri, maka hanya wajib bayar qadha’ saja. Tapi jika dia takut akan keselamatan janin atau bayinya, maka wajib bayar qadha’ dan fidyah berupa memberi makan sekali untuk satu orang miskin. Hal ini diqiyaskan dengan orang sakit dan dengan orang tua yang uzur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4. Orang yang lanjut usia. Orang yang sudah lanjut usia dan tidak sanggup puasa lagi tidak wajib puasa, tapi wajib bayar fidyah dengan memberi makan seorang miskin sebanyak hari yang ditinggalkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5. Orang yang mengalami keletihan dan kehausan yang berlebihan. Jika kondisi itu dikhawatirkan mengganggu keselamatan jiwa dan akal, maka boleh berbuka dan wajib qadha’.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;6.      Orang yang dipaksa (ikrah) tidak berpuasa. Orang seperti ini boleh berbuka, tapi wajib mengqadha’.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Permasalahan Sekitar Puasa&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1.      Untuk puasa Ramadhan, wajib memasang niat berpuasa sebelum habis waktu sahur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2.      Saat berpuasa seorang suami boleh mencium isterinya, dengan syarat dapat menahan nafsu dan tidak merangsang syahwat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;3. Orang yang menunda mandi besar (janabah) setelah sahur atau setelah masuk waktu subuh, puasanya tetap sah. Begitu juga dengan orang yang berpuasa dan mendapat mimpi basah di siang hari, puasanya tetap sah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4. Dilarang suami-istri berhubungan badan di siang hari ketika berpuasa. Hukuman bagi orang yang bersenggama di siang hari pada bulan Ramadhan adalah memerdekakan budak. Jika tidak mampu memerdekakan budak, suami-istri itu dihukum berpuasa dua bulan penuh secaara berturut-turut. Jika tidak mampu juga, mereka dihukum memberi makan 60 orang miskin sekali makan. Kalau perbuatannya berulang pada hari lain, maka hukumannya berlipat. Kecuali, pengulangannya dilakukan di hari yang sama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5. Orang yang terlupa bahwa ia berpuasa kemudian makan dan minum, maka puasanya tetap sah. Setelah ingat, ia harus melanjutkan puasanya hingga waktu berbuka di hari itu juga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;6. Hanya muntah yang disengaja yang membatalkan puasa. Ada tiga perkara yang tidak membatalkan puasa: bekam, muntah (yang tidak disengaja), dan bermimpi (ihtilam). Sikat gigi atau membersihkan gigi dengan syiwak diperbolehkan. Hal ini biasa dilakukan oleh Rasulullah saw. Tapi, ada ulama yang memakruhkan menyikat gigi dengan pasta gigi setelah matahari condong ke Barat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;7. Orang yang mempunyai hutang puasa tahun sebelumnya, harus dibayar sebelum masuk Ramadhan yang akan berjalan. Jika belum juga ditunaikan, harus dibayar setelah Ramadhan yang tahun ini. Tapi, ada ulama berpendapat, selain harus diqadha’ juga diwajibkan memberi makan orang miskin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;8. Para ulama sepakat bahwa orang yang wafat dan punya utang puasa yang belum ditunaikan bukan karenakan kelalaian tapi disebabkan ada uzur syar’i seperti sakit atau musafir, tidak ada qadha yang harus ditanggung ahli warisnya. Tapi jika ada kelalaian, ada sebagian ulama mewajibkan qadha terhadap ahli warisnya dan sebagian lain mengatakan tidak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;9. Bagi mereka yang bekerja dengan fisik dan terkategori berat –seperti pekerja peleburan besi, buruh tambang, tukang sidang, atau yang lainnya– jika berpuasa menimbulkan kemudharatan terhadap jiwa mereka, boleh tidak berpuasa. Tapi, wajib mengqadha’. Jumhur ulama mensyaratkan orang-orang yang seperti ini wajib baginya untuk sahur dan berniat puasa, lalu berpuasa di hari itu. Kalau tidak sanggup, baru boleh berbuka. Berbuka menjadi wajib, kalau yakin kondisi ketidak sanggupan itu akan menimbulkan kemudharatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8163905804026490912-7463061535980048425?l=ferdi-ferdian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/feeds/7463061535980048425/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8163905804026490912&amp;postID=7463061535980048425' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/7463061535980048425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/7463061535980048425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/2007/08/puasa-sebentar-lagi.html' title='Puasa Sebentar Lagi'/><author><name>dOnifErdiAn</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05060062951178837687</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8163905804026490912.post-4028263734611431107</id><published>2007-08-04T04:39:00.000-07:00</published><updated>2008-06-21T00:49:16.328-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wacana'/><title type='text'>Mencari suasana membangun kebiasaan</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Orang biasa menyebutnya mood. Mood kadang kala dipengaruhi oleh lingkungan, teman dan suasana. Saya, dalam kondisi yang kadang menjadi tidak menentu mencoba untuk mencari sesuatu yang ntah didapat atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan yang kerap dilalui, hal yang sering dilakukan akan menjadi kebiasaan. Disadari atau tidak kebiasaan itu akan membekas dan sulit untuk dilupakan. Kebiasaan tersebut akan menghantui pikiran dan jiwa seseorang yang terbiasa melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kebiasaan positif, hal ini sangat bagus bahkan direkomendasikan untuk melakukan sesuatu yang ringan/kecil namun berkesinambungan. Ada yang menyebut angka 40 hari untuk membangun sebuah perilaku menjadi sebuah kebiasaan.&lt;br /&gt;Berapapun angka yang tersebut hanya sekedar hitungan matematis dan bisa jadi berbeda untuk setiap orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada hal yang hampir pasti buat saya, &lt;br /&gt;"Memberhentikan kebiasaan lebih sulit untuk memulai untuk menjadi kebiasaan"&lt;br /&gt;dan (sinergi)&lt;br /&gt;"Mudah memulai karena ingin tau, sulit berhenti karena sudah menjadi candu"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8163905804026490912-4028263734611431107?l=ferdi-ferdian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/feeds/4028263734611431107/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8163905804026490912&amp;postID=4028263734611431107' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/4028263734611431107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/4028263734611431107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/2007/08/mencari-suasana-membangun-kebiasaan.html' title='Mencari suasana membangun kebiasaan'/><author><name>dOnifErdiAn</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05060062951178837687</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8163905804026490912.post-3837058679329285164</id><published>2007-06-27T23:22:00.001-07:00</published><updated>2007-06-27T23:34:43.628-07:00</updated><title type='text'>Undangan</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;...&lt;br /&gt;Aku tidak tertarik siapa dirimu, atau bagaimana kau tiba disini&lt;br /&gt;Aku ingin tahu apakah kau mau berdiri di tengah api bersamaku, dan tidak mundur teratur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak tertarik dimana atau dengan siapa kau belajar.&lt;br /&gt;Aku ingin tahu apa yang menjagamu dari dalam, saat segala hal berjatuhan.&lt;br /&gt;Aku ingin tahu apakah kau sendirian bersama dirimu;&lt;br /&gt;dan&lt;br /&gt;apakah kau benar-benar menyukai temanmu disaat-saat hampa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Undangan, Danah Jonar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;//sms from my brother @ jogja&lt;br /&gt;//barakallahu fik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8163905804026490912-3837058679329285164?l=ferdi-ferdian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/feeds/3837058679329285164/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8163905804026490912&amp;postID=3837058679329285164' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/3837058679329285164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/3837058679329285164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/2007/06/undangan.html' title='Undangan'/><author><name>dOnifErdiAn</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05060062951178837687</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8163905804026490912.post-4703062884917239315</id><published>2007-03-04T16:00:00.000-08:00</published><updated>2007-03-04T16:01:30.976-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kebanggaan'/><title type='text'>Motode Pendekatan</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Salah satu tujuan dari organisasi adalah memanage waktu yang dimiliki sehingga semua pekerjaan yang banyak dapat terselesaikan dengan rapih dan tepat waktu. Saat memasuki gerbang awal organisasi si pelaku kadang kebingungan dengan rutinitas yang seakan memasuk celah kosong dari kebiasaan yang sebelumnya. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; semacam shock terapy yang muncul secara tiba-tiba dan kadang massif. Hal seperti ini kerap saja terjadi, namun hanya sesaat, hanya saat awal sama ketika kita merubah kebiasaan yang sudah mendarah daging dalam diri kita. Solusi yang bisa ditawarkan beragam banyaknya. Cuma, hanya ada 1 hal yang amat mendasar, yaitu kesinambungan. Bukankah kita pernah mendengar pribahasa “orang bisa karena biasa”. Kebiasaan inilah yang harus dimunculkan. Dalam kaitannya dengan memicu kemunculan kebiasaan, ada hal yang menarik yang coba saya tawarkan sebagai &lt;i style=""&gt;brainstorming&lt;/i&gt; wawasan. Saya terinspirasi dari ayat al-qur’an yang melarang umatnya untuk berzina. Dikatakan “..Janganlah engkau mendekati zina…”. Kalimat ini bagi saya adalah solusi untuk memunculkan suatu kebiasaan yang harapannya suatu saat nanti menjadi kebiasaan yang terutinitaskan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kalimat itu melarang untuk mendekati zina, karena khawatir nantinya akan kalau satu pintu mendekat kepada zina terbuka, maka arus yang menyedot kepada perbuatannya akan kuat dan dikhawatirkan zina terjadi. Disinilah coba kita bersama memahami secara psikologi dasar manusia, dengan metode pendekatan yang membuka pintu atau peluang untuk mengerjakan sesuatu maka diharapkan sedotan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;arus untuk sesuatu itu besar sehingga dengan hanya mendekat, kita berharap tujuan akhirnya menjadi sesuatu yang terkerjakan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;So.. kalo lagi malas-malas melakukan sesuatu, pakelah metode pendekatan. Moga menginspirasikan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;“..Sesungguhnya Allah menurunkan Al-Quran dengan bahasa yang mudah..”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8163905804026490912-4703062884917239315?l=ferdi-ferdian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/feeds/4703062884917239315/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8163905804026490912&amp;postID=4703062884917239315' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/4703062884917239315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/4703062884917239315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/2007/03/motode-pendekatan.html' title='Motode Pendekatan'/><author><name>dOnifErdiAn</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05060062951178837687</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8163905804026490912.post-7039188053741741925</id><published>2007-02-19T02:36:00.000-08:00</published><updated>2007-02-19T02:45:02.886-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia Today'/><title type='text'>Perwakilan Rakyat Memalukan!!!</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" lang="SV"&gt;Perwakilan Rakyat Memalukan!!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Oleh Ferdian*&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Jakarta, 12 Februari 2007, Ribuan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang tergabung dalam ADEKSI, Asosiasi DPRD Kabupaten/Kota Seluruh Indonesia men"demo" gedung MPR/DPR. &lt;/span&gt;Kehadiran para anggota dewan dari seluruh Indonesia tidak diduga-duga, pasalnya mereka megkonfirmasi kedatangan dengan jumlah hanya 100 orang. Kedatangan mereka ke gedung yang mempunyai julukan Gedung Kura-Kura, ingin menemui ketua DPR Agung Laksono untuk membatalkan revisi terhadap PP 37/2006 yang sampai sekarang masih bermasalah.&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kejadian dengan jumlah yang membludak, seperti halnya mahasiswa ketika berdemonstrasi, membuat keamanan dalam Gedung MPR/DPR bertindak tegas. Sikap yang penuh emosi bak memperjuangkan turunnya harga bahan pokok atawa BBM diperlihatkan oleh mereka. &lt;span lang="SV"&gt;Bahkan setelah masuk ke ruang rapat paripurna, mereka sempat marah-marah dan berteriak-teriak tidak terima diperlakukan semena-mena. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;"Kami tidak ingin diperlakukan seperti anjing. Kami datang ke sini baik-baik dengan kepala dingin," teriak anggota DPRD yang datang dari Toli-Toli, Kendari, Semarang, Riau dan sebagainya itu.&lt;a href="http:///?view=page&amp;name=gp&amp;amp;ver=sh3fib53pgpk#110b915cf4afcbb2__ftn1" name="110b9178a5543b53_110b915cf4afcbb2__ftnref1" title="" target="_blank" onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="SV"&gt;  [1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Mungkin mereka tidak pernah menyadari, tuli ataupun bisu. Diperlakukannya mereka seperti itu adalah sama dengan ketika mahasiswa maupun rakyat berdemonstrasi menuntut hak-haknya dipenuhi. Mereka baru tahu bahwa perlakuan seperti Anjing pernah juga dirasakan oleh rakyat yang memohon kepada mereka untuk hanya sesuap nasi. Mereka baru saja merasakan tamparan yang masih lebih sopan dibanding perlakuaan sombong mereka (anggota dewan) yang mengatakan kepada para demonstran "demonstrasi, kaya ga ada kerjaan aja".&lt;script&gt;&lt;!-- D(["mb","&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;\n\n\n\n&lt;p&gt;&lt;span&gt;Benar-benar memalukan, diri yang tiada lagi berharga. Ketika rakyat berada\nditengah kegamangan antara makan dan tidak hari esok, jerit tangis rakyat kecil\nyang memohon susu untuk anak balitanya, dilingkungan terik panas menembus\ngelandangan kota yang berada dipersimpangan jalan, dan diantara nurani para\npenguasa negeri yang telah mati terpatri, tindakan memuakkan diperlihatkan oleh\nmereka yang dahulu dipilih rakyat untuk memperjuangkan hak-hak tertindas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;\n\n\n\n&lt;p&gt;&lt;span&gt;Kini mereka meniru cara rakyat untuk menuntut. Tapi apa boleh dibanggakan\nkalo tuntutan itu untuk kepentingan pribadi mereka. Mereka menuntut untuk\nmembatalkan revisi PP 37/2006 yang menurut mereka legal secara juridis. Bicara\nlegalitas, adalah wewenang sistem yang telah dibuat untuk ditaati. PP 37/2006\nadalah produk pemerintah. Produk undang-undang yang dapat legal dengan\nkerjasama rapih antara pemerintah sebagai eksekutif dan DPR/DPRD sebagai legislatif.\nSandiwara konyol yang mudah sekali terbaca. Mereka bukan artis tapi seringkali\nber&lt;i&gt;-acting&lt;/i&gt;. Mereka bukan wayang namun\nseringkali digerakkan oleh para dalang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;\n\n\n\n&lt;p&gt;&lt;span&gt;Kekonyolan sikap yang membuat rakyat senantiasa bertanya, &amp;quot;Apakah ini orang\nyang kemarin saya pilih untuk memperjuangkan hak-hak saya?&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;\n\n\n\n&lt;p&gt;&lt;span&gt;Kejadian memalukan itu, sekali lagi, menempatkan mereka semua menjadi kasta\nbaru dalam sosiologi kemasyarakatan. Kasta Neo-Kolonial. Penjajah baru dari\nnegeri sendiri. Indonesia pun akan kebanjiran aktor-aktor pengganti Jim Carrey\ndi Hollywood. Aktor konyol. Sungguh sangat memalukan. Bahkan, kalau rakyat mau,\nrame-rame saja ber-demonstrasi bareng mereka dengan tuntutan yang hampir sama\nTOLAK &lt;s&gt;REVISI&lt;/s&gt; PP 37/2006.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;.:-FERDIAN-:.&lt;br /&gt;Presiden Mahasiswa BEM-KBM STT Telkom&lt;br /&gt;Student Center Kampus STT Telkom&lt;br /&gt;Jl.Telekomunikasi Bandung 40257",1] );  //--&gt;&lt;/script&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Benar-benar memalukan, diri yang tiada lagi berharga. Ketika rakyat berada ditengah kegamangan antara makan dan tidak hari esok, jerit tangis rakyat kecil yang memohon susu untuk anak balitanya, dilingkungan terik panas menembus gelandangan kota yang berada dipersimpangan jalan, dan diantara nurani para penguasa negeri yang telah mati terpatri, tindakan memuakkan diperlihatkan oleh mereka yang dahulu dipilih rakyat untuk memperjuangkan hak-hak tertindas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kini mereka meniru cara rakyat untuk menuntut. Tapi apa boleh dibanggakan kalo tuntutan itu untuk kepentingan pribadi mereka. Mereka menuntut untuk membatalkan revisi PP 37/2006 yang menurut mereka legal secara juridis. Bicara legalitas, adalah wewenang sistem yang telah dibuat untuk ditaati. PP 37/2006 adalah produk pemerintah. Produk undang-undang yang dapat legal dengan kerjasama rapih antara pemerintah sebagai eksekutif dan DPR/DPRD sebagai legislatif. Sandiwara konyol yang mudah sekali terbaca. Mereka bukan artis tapi seringkali ber&lt;i&gt;-acting&lt;/i&gt;. Mereka bukan wayang namun seringkali digerakkan oleh para dalang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kekonyolan sikap yang membuat rakyat senantiasa bertanya, "Apakah ini orang yang kemarin saya pilih untuk memperjuangkan hak-hak saya?"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kejadian memalukan itu, sekali lagi, menempatkan mereka semua menjadi kasta baru dalam sosiologi kemasyarakatan. Kasta Neo-Kolonial. Penjajah baru dari negeri sendiri. Indonesia pun akan kebanjiran aktor-aktor pengganti Jim Carrey di Hollywood. Aktor konyol. Sungguh sangat memalukan. Bahkan, kalau rakyat mau, rame-rame saja ber-demonstrasi bareng mereka dengan tuntutan yang hampir sama TOLAK &lt;s&gt;REVISI&lt;/s&gt; PP 37/2006.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;*) Presiden Mahasiswa BEM STT Telkom 2006/2007&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8163905804026490912-7039188053741741925?l=ferdi-ferdian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/feeds/7039188053741741925/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8163905804026490912&amp;postID=7039188053741741925' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/7039188053741741925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/7039188053741741925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/2007/02/perwakilan-rakyat-memalukan.html' title='Perwakilan Rakyat Memalukan!!!'/><author><name>dOnifErdiAn</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05060062951178837687</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8163905804026490912.post-4458859286439545517</id><published>2007-02-16T22:10:00.000-08:00</published><updated>2007-02-16T22:17:27.397-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='humor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Leisure'/><title type='text'>Jenis Mahasiswa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada beberapa istilah lagi nih untuk mahasiswa kampus STT Telkom, simak aja:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah ini mengingatkan saya dengan fenomena tempo doeloe...and sepertinya fenomena ini msh berlanjut sampai sekarang. Adanya mahasiswa yang aktivitasnya kura-kura(kuliah rapat-kuliah rapat), atawa ngga mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa kura-kura tidak lain adalah mereka para organisatoris kampus. saking jadi "kura-kura"nya ada yg sampe-sampe ruang sekretariat organisasi dijadiin kos-kosan, atau  ada organisasi yg dijulukin organisasi rapat, habis program kerjaanya 4L( Lapat lagi lapat lagi) he...he...mulai dari rapat ditjen, rapat departemen, rapat koordinasi, sampe rapat kayaknya sehari bisa 3x rapat (kayak minum obat aja).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa laba-laba..siapa lg tuh?&lt;br /&gt;mereka dijuluki laba-laba karena kerjaannya LABA-LABA (Lab aja -Lab aja) alias jd asisten lab. tp gak semua kok asisten masuk kategori mahasiswa laba-laba. yang masuk kategori ya mereka yg terlalu lab mania, "kos'nya di lab &amp;amp; sering bolos kuliah dengan alasan lg ngasistenin praktikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haha..&lt;br /&gt;ini hanyalah sekedar potret kehidupan mahasiswa dikampus dengan segala dinamikanya.. mumpung baru masuk kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga semester ini lebih baik dari semester lalu. Hayo jangan malas kuliah!!! :D&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8163905804026490912-4458859286439545517?l=ferdi-ferdian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/feeds/4458859286439545517/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8163905804026490912&amp;postID=4458859286439545517' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/4458859286439545517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/4458859286439545517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/2007/02/jenis-mahasiswa.html' title='Jenis Mahasiswa'/><author><name>dOnifErdiAn</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05060062951178837687</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8163905804026490912.post-9002769338325479441</id><published>2007-02-15T15:21:00.000-08:00</published><updated>2007-02-15T15:28:33.990-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wacana'/><title type='text'>Mengubah Paradigma Cara Berfikir</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;Jembatan apa yang dibutuhkan, diantara cita-cita yang menjulang&lt;br /&gt;dan kemampuan yang pas-pasan?&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;oleh M Anis Matta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ada perasaan sia-sia yang menjalar perlahan di hati seorang dosen. Malam itu semua usahanya meyakinkan para mahasiswanya tentang keunggulan ekonomi Islam gugur berkeping-keping, hanya karena sebuah pertanyaan sederhana seorang mahasiswa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rasanya semua energi intelektualnya sudah dikerahkan. Rasanya semua energi intelektualnya sudah dikerahkan. Enam belas kali pertemuan dalam satu semester. Menurut dosen yang juga aktivis itu, jumlah tersebut cukup guna membangun keyakinan kokoh di benak para mahasiswa tentang keunggulan sistem ekonomi Islam di atas semua sistem lainnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ia meyakinkan mereka dengan membuat perbandingan ideologi dan sistem yang sangat rasional-objektif antara Islam dengan kapitalis dan komunis; perbandingan bisnis antara konsep bank tanpa riba dan bank konvensional; analisa komprehensif tentang kegagalan pembangunan di dunia Islam; syarat-syarat yang diperlukan demi meningkatkan kesejahteraan ummat dan memajukan perekonomian mereka. Begitu seterusnya. Mahasiswa-mahasiswanya antusias. Sampai pertanyaan sederhana itu muncul. “Apakah ada&lt;br /&gt;sebuah negara yang telah menerapkan sistem ekonomi Islam, dan mencapai tingkat kemakmuran yang dijanjikan sistem itu seperti yang bapak ceritakan, sehingga kita dapat menjadikannya model pengembangan ekonomi bangsa kita ke depan?” tanya mahasiswa itu enteng, dan sedikit lugu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sederhana memang. Tapi itulah “lubang besar” yang menganga dalam cara kita mengkomunikasikan Islam kepada masyarakat. Sementara kita menjelaskan keunggulan ideologi dan sistem yang abstrak, mereka mengharapkan contoh aplikasi yang sukses dalam kehidupan nyata. Sementara kita membanggakan keunggulan di dunia maya spiritual, tapi mereka hanya terpesona kepada yang unggul di dunia empiris. Sementara kita menjelaskan kehebatan Islam di masa lalu, mereka menyaksikan keterpurukan kita saat ini.&lt;br /&gt;Sementara kita menjelaskan kebenaran-kebenaran Islam, mereka justeru menantikan kekuatan-kekuatan kaum Muslimin. Sementara kita menjelaskan teori, mereka memahami teori lebih baik melalui contoh kasus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cermin realitas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang belajar secara visual, tapi kita berkomunikasi secara abstrak. Ini hanya contoh kecil, sangat sederhana, tapi memadai untuk menjelaskan mengapa gerakan da’wah belum mampu menembus pusaran logika massa, apalagi melakukan penetrasi pada jaringan-jaringan pemikiran, sosial dan politik untuk kemudian mengubah, memobilisasi dan mengendalikan mereka. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di tingkat opini publik, Islam dan gerakan da’wah dengan mudah “diisolasi” tanpa pembelaan spontanitas dari masyarakat. Masyarakat juga belum begitu percaya dengan kemampuan gerakan da’wah beserta para pemimpinnya untuk mengelola negara. Secara keseluruhannya, Islam dan gerakan da’wah belum memegang peran-peran kunci dalam pembentukan kesadaran publik. Padahal itu semua merupakan kondisi-kondisi pendahuluan yang mutlak ada dalam perjalanan kita menuju kekuasaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rendahnya tingkat penerimaan publik dan kapasitas serta citra kita sebenarnya merupakan realitas-realitas yang berakar pada cara kita berpikir. Tidak ada realitas kita yang tidak berakar pada pikiran kita. Pikiran adalah cermin besar yang memantulkan seluruh potret realitas kita secara apa adanya. Pikiran adalah ruang kemungkinan (space of possibility), dan realitas adalah ruang tindakan yang telah jadi nyata (space of action). Seluruh realitas kita hanya bergerak pada ruang kemungkinan itu. Makin besar ruang kemungkinannya, makin besar ruang realitasnya. Bagaimana kita berpikir, begitulah kita akan bertindak. Jadi jauh sebelum sebuah realitas tercipta di alam kenyataan, ia terlebih dulu tercipta di alam pikiran kita. Sebaliknya, apa yang tidak pernah kita pikirkan tidak akan pernah jadi realitas di masa mendatang. Maka realitas-realitas kita hari ini sesungguhnya merupakan buah dari benih-benih pikiran yang telah kita tanam bertahun-tahun yang lalu. Dan seterusnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Realitas-realitas kita di masa mendatang adalah buah dari benih-benih pikiran yang kita taman hari ini. Konflik dengan penguasa, misalnya. Ini realitas yang mewarnai pola hubungan antara gerakan da’wah dengan penguasa selama ini. Realitas ini berakar pada persepsi gerakan da’wah tentang penguasa sebagai kumpulan para thaghut. Begitu persepsi ini menguasai pikiran kita, sense of war langsung menyalakan alarm perang ketika kita berhadapan dengan penguasa. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Misalnya lagi, fenomena esklusivitas para aktivis di tengah masyarakat. Fenomena ini berakar pada persepsi, bahwa masyarakat kita saat ini hidup dalam kubangan jahiliyah modern. Begitu seseorang berubah menjadi aktivis da’wah, segera saja ia merasakan superioritas spiritual dan moral, dan menemukan tembok pemisah antara dirinya dengan masyarakat. Ambil contoh lain lagi. Dana. Keterbatasan dana adalah ironi besar yang membatasi ruang gerak da’wah kita. Uang adalah sarana pendukung yang tidak pernah mengisi atau bahkan tak punya tempat dalam ruang pikiran kita selama ini. Kalau toh kita memikirkannya, itu hanya sambil lalu. Pikiran kita selalu terfokus pada bagaimana mensiasati keterbatasan. Bukan pada bagaimana menciptakan kemelimpahan. Karena yang kita pikirkan adalah bagaimana mensiasati keterbatasan, maka selamanya keterbatasan menjadi realitas kita. Kemelimpahan tidak pernah jadi nyata, karena kita memang tidak memikirkannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menggeser pusat perhatian&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sekarang sepakatlah kita, bahwa tindakan-tindakan kita muncul sebagai buah dari benih pikiran-pikiran kita. Realitas da’wah juga begitu. Pikiran-pikiran yang berkembang di lingkungan para du’aat lah yang menciptakannya. Jadi pikiran adalah pusat kekuatan yang mengendalikan tindakan-tindakan dan menciptakan realitas-realitas kita. Jika sistem kendali tindakan dan realitas kita ada pada pikiran-pikiran kita, hanya ada satu jalan memperbaiki realitas-realitas kita, yaitu mengubah pikiran-pikiran kita. Sudah saatnya gerakan da’wah memikirkan kembali caranya berpikir, memikirkan kembali apa yang selama kita pikirkan dan mengapa kita memikirkannya serta mengapa kita memikirkannya dengan cara begitu.&lt;br /&gt;Generasi pertama pertama para pemikir da’wah, seperti Al-Banna, Al-Maududi, Sayyid Quthub dan lainnya, memfokuskan perhatian pada pembangunan ideologi. Generasi kedua, seperti Muhammad Al-Gazali, Yusuf Al-Qardhawi, Fathi Yakan, dan lainnya memfokuskan perhatiannya pada pembangunan kerangka pemikiran pergerakan. Ketika gerakan da’wah memasuki era keterbukaan, bermetamorfosis menjadi institusi terbuka, bermain di domain publik, memasuki pusat-pusat kekuasaan, persoalan terbesar kita adalah sumberdaya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Inilah persoalan yang dihadapi gerakan-gerakan da’wah di berbagai negara Islam seperti Sudan, Yaman, Aljazair, Turki, Mesir, Indonesia dan lainnya. Di semua kawasan ini gerakan da’wah mengalami persoalan tersebut secara fundamental: beban kerja yang muncul akibat perluasan wilayah aksi da’wah tidak seimbang dengan sumberdaya yang dimiliki gerakan-gerakan da’wah tersebut. Animo besar masyarakat terhadap Islam akibat kegagalan pembangunan di akhir dekade 80-an memang pada mulanya menghasilkan kemenangan-kemenangan politik di awal 90-an, seperti FIS di Aljazair atau Refah di Turki. Tapi itu tidak lama. Situasi segera berubah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tantangan-tantangan yang menghadang kita melampaui sumberdaya yang kita miliki. Dengan menggunakan cermin realitas seperti diatas, persoalan sumberdaya ini muncul karena pusat perhatian pikiran kita belum bergeser dari tema besar generasi pertama dan generasi kedua para pemikir da’wah. Kita masih bicara ideologi dan belum bicara sumberdaya. Kita masih bicara sistem pemerintahan Islam dan belum bicara kompetensi kepemimpinan umat. Kita masih bicara slogan “Islam adalah solusi” dan belum bicara agenda aksi penyelesaian persoalan bangsa. Kita masih bicara kegagalan musuh, dan belum bicara kesuksesan-kesuksesan kita. Kita masih bicara ghazwul fikri, dan belum bicara strategi kebudayaan.&lt;br /&gt;Kita masih bicara konspirasi asing, dan belum bicara sistem pertahanan da’wah. Kita masih bicara fiqhul ikhtilaf, dan belum bicara manajemen organisasi. Kita masih bicara sabar dalam mensiasati keterbatasan dana, dan belum bicara cara menciptakan kemelimpahan dana. Kita masih bicara apa yang kita inginkan, dan belum bicara sumberdaya yang diperlukan untuk mencapainya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selama pusat perhatian pikiran kita belum bergeser ke masalah penciptaan sumberdaya-sumberdaya, selama itu kita akan mengalami kemunduran dan keterpurukan. Ini hanya konsekuensi ketidakseimbangan antara beban dan daya pikul. Kita akan tampak tua dan lelah, berjalan tertatih-tatih memikul beban obsesi khilafah yang terasa semakin jauh. Para pendiri dan ideolog gerakan da’wah telah meletakkan dasar-dasar ideologi yang kokoh bagi kebangkitan ummat. Mereka merampungkan tugas mereka dengan sempurna. Para pemikir pergerakan–-berikutnya-- juga telah membangun kerangka pemikiran pergerakan bagi pertumbuhan gerakan da’wah menuju kematangan. Mereka juga telah menunaikan tugas mereka dengan sempurna. Kini tiba saatnya bagi generasi ketiga –generasi kita-- untuk membawa bendera, menunaikan tugas sejarah mereka: generasi pencipta sumberdaya. Biarlah di tangan mereka kebenaran menjadi nyata di muka bumi karena menyatu dengan kekuatan.*&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8163905804026490912-9002769338325479441?l=ferdi-ferdian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/feeds/9002769338325479441/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8163905804026490912&amp;postID=9002769338325479441' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/9002769338325479441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/9002769338325479441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/2007/02/mengubah-paradigma-cara-berfikir.html' title='Mengubah Paradigma Cara Berfikir'/><author><name>dOnifErdiAn</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05060062951178837687</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8163905804026490912.post-769994819688631298</id><published>2007-02-13T23:58:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T15:32:48.690-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampus STT Telkom'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Sehat setiap Saat @ STT Telkom</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_yp6O6Yo3O7A/RdLEYr2EcsI/AAAAAAAAAAo/fbN8LubfecU/s1600-h/sehat+itu+masa+depan.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 134px; height: 112px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_yp6O6Yo3O7A/RdLEYr2EcsI/AAAAAAAAAAo/fbN8LubfecU/s320/sehat+itu+masa+depan.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5031299662091678402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2007, menjadi tahun untuk kita berbuat lebih baik. Lebih baik untuk diri sendiri, untuk keluarga dan untuk lingkungan masyarakat sekitar. Adalah menjadi tanggung jawab bersama saat kita berada dilingkungan yang bisa memberikan bantu lebih dibandingkan dengan saat sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilayah Kampus STT Telkom merupakan pertemuan wilayah pedalaman perkampungan dan sisi pinggiran perkotaan . Daerah kampus yang berada di kecamatan dayeuh kolot dengan sejarah pahlawan patriotik terkenal, Muhammad Toha. Suasana lingkungan kampus yang asri dengan tumbuhan hijau yang merindang, memeluk kampus telekomunikasi dengan eratnya. Hawa pagi kampus ini benar-benar merusuk ke dalam tubuh jika dihirup dalam-dalam. Kesegaran terasa pagi hari, sesaat setelah berolahraga, kucuran keringat yang menetes membasahai tubuh dan baju cepat sekali menguap diterpa angin pagi yang menyejukkan. Kadang, disuatu waktu, kabut putih pun menyelimuti kampus. Biasanya waktu musim penghujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa kampus STT Telkom terlalu biasa menyaksikan gunung-gunung terhampar. Seakan-akan melingkari kampus. Bak lembah yang merendah diantara bukit-bukit yang tinggi menjulang dan luas melebar. Dengan kenyamanan lingkungan yang lebih dari cukup, sudah seharusnya menjadi pemicu bagi para civitasnya untuk memanfaatkan sumber daya alam ini. Implikasi dari kemaksimalan pemanfaatan akan terlihat jelas. Tidak berpikir terlalu melebar, namun berfokus pada satu kalimat tunggal, sehat. Ya, kondisi lingkungan yang sedemikian baiknya seharusnya menjadikan index rata-rata orang sakit diwilayah ini turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realita saat ini yang memasuki pangsa pasar global, dengan kebutuhan kualitatif lebih layak diperhitungkan dibandingkan kuantitatif pada kasus-kasus tertentu, maka perlu sebuah bingkai yang menjadikan kampus ini lebih dapat memanfaatkan kondisi yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan maret, seiring dengan maraknya kegiatan kampus, Badan Eksekutif Mahasiswa melihat peluang untuk dapat mencetuskan ide ini ke khalayak kampus. Menjadikan kampus ini mempunyai arahan strategis adalah tanggung jawab bersama sesuai dengan peran posisinya masing-masing. Menjadikan kampus ini memiliki idealisme sehat juga kesempurnaan yang tak ternilai harganya. Kesehatan adalah investasi terbesar. Investasi masa depan dan jangka panjang. Tanpa kesehatan, semua tujuan hidup tidak akan tercapai dengan baik. Sehat memang bukan segala-segalanya, tetapi tanpa kesehatan segalanya bukan apa-apa.&lt;script&gt;&lt;!-- D(["mb","  Sedikit mengintip pada program SBY yang mencanangkan Indonesia sehat 2010, agaknya kampus ini dapat mengarah pada tujuan tersebut. STT Telkom sehat 20xx. Hal ini bukanlah isapan jempol tanpa ada latar belakang yang jelas. Keprihatinan pihak institusi terhadap keluhan perusahaan yang &amp;#39;&amp;#39;curhat&amp;#39;&amp;#39; atas alumnus STT Telkom menjadi bahan pemikiran mendalam. Untuk skill dan kompetensi, alumnus STT Telkom sudah tidak diragukan lagi kehebatannya. Namun sangat disayangkan, kondisi kesehatan yang bisa jadi sehat tetapi tidak bugar adalah sorotan utamanya. Memang saat ini tidak bisa saling menyalahkan, mahasiswa kah, atau institusi kah yang salah? \n  Meluangkan waktu sejenak untuk berpikir tentang kesehatan tampaknya saat ini sulit\ndilakukan, terutama bagi yang memiliki ritme kesibukan tinggi. Padahal berpikir tentang kesehatan seperti berpikir positif adalah sangat\nbermanfaat.  Oleh karenanya, diperlukan sebuah paradigma berpikir baru tentang kesehatan. Diperlukan sebuah sistem rapi dan apik yang menjaga kekonsistenan dan komitmen untuk sehat. Dan, akhirnya kesehatan bukanlah impian yang timbul saat sakit, tetapi cita-cita yang selalu dipupuk agar selalu subur saat sehat.\n  &lt;span&gt;Dan nikmat Tuhan mu manakah yang kamu dustakan&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAssalamu&amp;#39;alaikum warahmatullah wabarakatuh&lt;br /&gt;\n&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;.:-FERDIAN-:.&lt;br /&gt;Presiden Mahasiswa BEM-KBM STT Telkom&lt;br /&gt;Student Center Kampus STT Telkom&lt;br /&gt;Jl.Telekomunikasi Bandung 40257&lt;br /&gt;Hp: +622270325242&lt;br /&gt;Url: &lt;a&gt;http://ferdi-ferdian.blogspot&lt;wbr&gt;.com\n&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..:!-Bersama Membangun Negeri Yuk-!:..\n",0] );  //--&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit mengintip pada program SBY yang mencanangkan Indonesia sehat 2010, agaknya kampus ini dapat mengarah pada tujuan tersebut. STT Telkom sehat 20xx. Hal ini bukanlah isapan jempol tanpa ada latar belakang yang jelas. Keprihatinan pihak institusi terhadap keluhan perusahaan yang ''curhat'' atas alumnus STT Telkom menjadi bahan pemikiran mendalam. Untuk skill dan kompetensi, alumnus STT Telkom sudah tidak diragukan lagi kehebatannya. Namun sangat disayangkan, kondisi kesehatan yang bisa jadi sehat tetapi tidak bugar adalah sorotan utamanya. Memang saat ini tidak bisa saling menyalahkan, mahasiswa kah, atau institusi kah yang salah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meluangkan waktu sejenak untuk berpikir tentang kesehatan tampaknya saat ini sulit dilakukan, terutama bagi yang memiliki ritme kesibukan tinggi. Padahal berpikir tentang kesehatan seperti berpikir positif adalah sangat bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, diperlukan sebuah paradigma berpikir baru tentang kesehatan. Diperlukan sebuah sistem rapi dan apik yang menjaga kekonsistenan dan komitmen untuk sehat. Dan, akhirnya kesehatan bukanlah impian yang timbul saat sakit, tetapi cita-cita yang selalu dipupuk agar selalu subur saat sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan nikmat Tuhan mu manakah yang kamu dustakan&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8163905804026490912-769994819688631298?l=ferdi-ferdian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/feeds/769994819688631298/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8163905804026490912&amp;postID=769994819688631298' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/769994819688631298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/769994819688631298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/2007/02/sehat-setiap-saat.html' title='Sehat setiap Saat @ STT Telkom'/><author><name>dOnifErdiAn</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05060062951178837687</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_yp6O6Yo3O7A/RdLEYr2EcsI/AAAAAAAAAAo/fbN8LubfecU/s72-c/sehat+itu+masa+depan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8163905804026490912.post-8608759046665412360</id><published>2007-01-29T18:32:00.001-08:00</published><updated>2008-12-11T15:32:48.907-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>Pudarnya Pesona Cleopatra (bag.3) -tHe eNd-</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_yp6O6Yo3O7A/RdTgXb2EctI/AAAAAAAAAA0/l4YYqG7IzVg/s1600-h/CLEOPATR.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_yp6O6Yo3O7A/RdTgXb2EctI/AAAAAAAAAA0/l4YYqG7IzVg/s320/CLEOPATR.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5031893376895840978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kamu tentu tahu kan gadis Mesir itu cantik-cantik, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dan karena &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;terpesona dengan kecantikanya saya menderita seperti &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ini. Ceritanya &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;begini, Saya seorang anak tunggal dari seorang yang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kaya, saya &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;berangkat &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ke Mesir dengan biaya orang tua. Disana saya bersama &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kakak kelas &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;namanya &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Fadhil, orang Medan juga. Seiring dengan berjalannya &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;waktu, tahun &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;pertama saya lulus dengan predkat jayyid, predikat &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;yang cukup sulit &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;bagi &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;pelajar dari Indonesia. Demikian juga dengan tahun &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kedua. Karena &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;prestasi saya, tuan rumah tempat saya tinggal menyukai &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;saya. Saya &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dikenalkan dengan anak gadisnya yang bernama Yasmin. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dia tidak pakai &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;jilbab. Pada pandangan pertama saya jatuh cinta, saya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;belum pernah &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;melihat gadis secantuk itu. Saya bersumpah tidak akan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;menikaha dengan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;siapapun kecuali dia. Ternyata perasaan saya tidak &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;bertepuk sebelah &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tangan. Kisah cinta saya didengar oleh Fadhil. Fadhil &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;membuat garis &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tegas, akhiri hubungan dengan anak tuan rumah itu atau &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sekalian &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;lanjutkan dengan menikahinya. Saya memilih yang kedua. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketika saya &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;menikahi Yasmin, banyak teman-teman yang memberi &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;masukan begini, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sama-sama menikah dengan gadis Mesir, kenapa tidak &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mencari mahasiswi Al &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Azhar yang hafal Al Quran, salehah, dan berjilbab. Itu &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;lebih selamat &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dari pada dengan YAsmin yang awam pengetahuan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;agamanya. Tetapi saya &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tetap teguh untuk menikahinya. Dengan biaya yang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tinggi saya berhasil &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;menikahi YAsmin. Yasmin menuntut diberi sesuatu yang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;lebih dari gadis &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mesir. Perabot rumah yang mewah, menginap di hotel &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;berbintang. Begitu &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;selesai S1   saya kembali ke MEdan, saya minta agar &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;asset yang di Mesir &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dijual untuk modal di Indonesia. KAmi langsung membeli &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;rumah yang cukup &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mewah di kota Medan. Tahun-tahun pertama hidup kami &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;berjalan baik, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;setiap tahunnya Yasmin mengajak ke Mesir menengok &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;orang tuanya. Aku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;masih bisa memenuhi semua yang diinginkan YAsmin. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hidup terus berjalan, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;biaya hidup semakin nambah, anak kami yang ketiga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;lahir, tetapi &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;pemasukan tidak bertambah. Saya minta YAsmin untuk &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;berhemat. Tidak &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;setiap tahun tetapi tiga tahun sekali YAsmin tidak &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;bisa. Aku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mati-matian &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;berbisnis, demi keinginan Yasmin dan anak-anak &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;terpenuhi. Sawah &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;terakhir &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;milik Ayah saya jual untuk modal. Dalam diri saya &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mulai muncul &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;penyesalan. Setiap kali saya melihat teman-teman &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;alumni Mesir yang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;hidup&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; dengan tenang dan damai dengan istrinya. Bisa &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mengamalkan ilmu dan bisa &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;berdakwah dengan baik. Dicintai masyarakat. Saya tidak &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mendapatkan apa &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;yang mereka dapatkan. Jika saya pengin rending, saya &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;harus ke warung. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;YAsmin tidak mau tahu dengan masakan Indonesia. Kau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;tahu sendiri, gadis &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mesir biasanya memanggil suaminya dengan namanya. Jika &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ada sedikit &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;letupan, maka rumah seperti neraka. Puncak penderitaan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;saya dimulai &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;setahun yang lalu. Usaha saya bangkrut, saya minta &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;YAsmin untuk menjual &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;perhiasannya, tetapi dia tidak mau. Dia malah &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;membandingkan dirinya &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;yang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;hidup serba kurang dengan sepupunya. Sepupunya &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mendapat suami orang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mesir. Saya menyesal meletakkan kecantikan diatas &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;segalanya. Saya telah &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;diperbudak dengan kecantikannya. Mengetahui keadaan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;saya yang terjepit, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ayah dan ibu mengalah. Mereka menjual rumah dan tanah, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;yang akhirnya &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mereka tinggal di ruko yang kecil dan sempit. Batin &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;saya menangis. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mereka berharap modal itu cukup untuk merintis bisnis &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;saya yang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;bangkrut. Bisnis saya mulai bangkit, Yasmin mulai &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;berulah, dia mengajak &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ke Mesir. Waktu di Mesir itulah puncak tragedy yang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;menyakitkan. " Aku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;menyesal menikah dengan orang Indonesia, aku minta kau &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ceraikan aku, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;aku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tidak bisa bahagia kecuali dengan lelaki Mesir". Kata &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Yasmin yang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;bagaikan geledek menyambar. Lalu tanpa dosa dia &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;bercerita bahwa tadi di &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;KBRI dia bertemu dengan temannya. Teman lamanya itu &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sudah jadi &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;bisnisman, dan istrinya sudah meninggal. Yasmin diajak &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;makan siang, dan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dilanjutkan dengan perselingkuhan. Aku pukul dia &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;karena tak bisa &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;menahan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;diri. Atas tindakan itu saya dilaporkan ke polisi. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Yang menyakitkan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;adalah tak satupun keluarganya yang membelaku. Rupanya &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;selama ini &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Yasmin &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sering mengirim surat yang berisi berita bohong. Sejak &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;saat itu saya &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mengalami depresi. Dua bulan yang lalu saya mendapat &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;surat cerai dari &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mesir sekaligus mendapat salinan surat nikah Yasmin &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dengann temannya. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hati saya sangat sakit, ketika si sulung menggigau &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;meminta ibunya &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;pulang".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Mendengar cerita Pak Qulyubi membuatku terisak-isak. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Perjalanan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;hidupnya &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;menyadarkanku. Aku teringat Raihana. Perlahan wajahnya &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;terbayang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dimataku, tak terasa sudah dua bualn aku berpisah &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dengannya. Tiba-tiba &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ada kerinduan yang menyelinap dihati. Dia istri yang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sangat shalehah. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tidak pernah meminta apapun. Bahkan yang keluar adalah &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;pengabdian dan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;pengorbanan. Hanya karena kemurahan Allah aku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mendapatkan istri seperti &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dia. Meskipun hatiku belum terbuka lebar, tetapi wajah &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Raihana telah &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;menyala didindingnya. Apa yang sedang dilakukan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Raihana sekarang? &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bagaimana kandungannya? Sudah delapan bulan. Sebentar &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;lagi melahirkan. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Aku jadi teringat pesannya. Dia ingin agar aku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mencairkan tabungannya.&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Pulang dari pelatihan, aku menyempatkan ke took baju &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;muslim, aku ingin &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;membelikannya untuk Raihana, juga daster, dan pakaian &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;bayi.  Aku ingin &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;memberikan kejutan, agar dia tersenyum menyambut &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kedatanganku. Aku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tidak langsung ke rumah mertua, tetapi ke kontrakan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;untuk mengambil &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;uang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tabungan, yang disimpan dibawah bantal. Dibawah kasur &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;itu kutemukan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kertas merah jambu. Hatiku berdesir, darahku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;terkesiap. Surat cinta &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;siapa ini, rasanya aku belum pernah membuat surat &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;cinta untuk istriku. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jangan-jangan ini surat cinta istriku dengan lelaki &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;lain. Gila! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Jangan-jangan istriku serong....Dengan rasa takut &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kubaca surat  itu &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;satu &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;persatu. Dan Rabbi...ternyata surat-surat itu adalah &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ungkapan hati &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Raihana yang selama ini aku zhalimi. Ia menulis, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;betapa ia mati-matian &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mencintaiku, meredam rindunya akan belaianku. Ia &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;menguatkan diri untuk &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;menahan nestapa dan derita yang luar biasa. Hanya &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Allah lah tempat ia &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;meratap melabuhkan dukanya. Dan ya .. Allah, ia tetap &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;setia memanjatkan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;doa untuk kebaikan suaminya. Dan betapa dia ingin &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;hadirnya cinta sejati &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dariku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;"Rabbi dengan penuh kesyukuran, hamba bersimpuh &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dihadapan-Mu. Lakal &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;hamdu ya Rabb. Telah muliakan hamba dengan Al Quran. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kalaulah bukan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;karena karunia-Mu yang agung ini, niscaya hamba sudah &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;terperosok &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kedalam &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;jurang kenistaan. Ya Rabbi, curahkan tambahan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kesabaran dalam diri &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;hamba......" tulis Raihana.&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Dalam akhir tulisannya Raihana berdoa" Ya Allah inilah&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;hamba-Mu yang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kerdil penuh noda dan dosa kembali datang mengetuk &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;pintumu, melabuhkan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;derita jiwa ini kehadirat-Mu. Ya Allah sudah tujuh &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;bulan ini hamba-Mu &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ini hamil penuh derita dan kepayahan. Namun kenapa &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;begitu tega suami &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;hamba tak mempedulikanku dan menelantarkanku. Masih &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kurang apa rasa &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;cinta hamba padanya. Masih kurang apa kesetiaanku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;padanya. Masih kurang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;apa baktiku padanya? Ya Allah, jika memang masih ada &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;yang kurang, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ilhamkanlah pada hamba-Mu ini cara berakhlak yang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;lebih mulia lagi pada &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;suamiku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Ya Allah, dengan rahmatMu hamba mohon jangan murkai &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dia karena &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kelalaiannya. Cukup hamba saja yang menderita. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Maafkanlah dia, dengan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;penuh cinta hamba masih tetap menyayanginya. Ya Allah &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;berilah hamba &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kekuatan untuk tetap berbakti dan memuliakannya. Ya &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Allah, Engkau maha &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tahu bahwa hamba sangat mencintainya karena-Mu. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sampaikanlah rasa cinta &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ini kepadanya dengan cara-Mu. Tegurlah dia dengan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;teguran-Mu. Ya Allah &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dengarkanlah doa hamba-Mu ini. Tiada Tuhan yang layak &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;disembah kecuali &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Engkau, Maha Suci Engkau".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Tak terasa air mataku mengalir, dadaku terasa sesak &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;oleh rasa haru yang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;luar biasa. Tangisku meledak. Dalam tangisku semua &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kebaikan Raihana &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;terbayang. Wajahnya yang baby face dan teduh, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;pengorbanan dan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;pengabdiannya yang tiada putusnya, suaranya yang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;lembut, tanganya yang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;halus bersimpuh memeluk kakiku, semuanya terbayang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mengalirkan perasaan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;haru dan cinta. Dalam keharuan terasa ada angina sejuk &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;yang turun dari &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;langit dan merasuk dalam jiwaku. Seketika itu pesona &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Cleopatra telah &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;memudar berganti cinta Raihana yang datang di hati. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rasa sayang dan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;cinta pada Raihan tiba-tiba begitu kuat mengakar dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;hatiku. Cahaya &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Raihana terus berkilat-kilat dimata. Aku tiba-tiba &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;begitu &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;merindukannya. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Segera kukejar waktu untuk membagi cintaku dengan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Raihana. Kukebut &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kendaraanku. Kupacu kencang seiring dengan air mataku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;yang menetes &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sepanjang jalan. Begitu sampai di halaman rumah &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mertua, nyaris tangisku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;meledak. Kutahan dengan nafas panjang dan kuusap air &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mataku. Melihat &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kedatanganku, ibu mertuaku memelukku dan menangis &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tersedu-sedu.   Aku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;jadi heran dan ikut menangis. " Mana Raihana Bu?". Ibu &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mertua hanya &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;menangis dan menangis. Aku terus bertanya apa &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sebenarnya yang telah &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;terjadi. " Raihana...istrimu..istrimu dan anakmu yang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dikandungnya". " &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ada apa dengan dia". " Dia telah tiada". " Ibu berkata &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;apa!". " Istrimu &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;telah meninggal seminggu yang lalu. Dia terjatuh di &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kamar mandi. Kami &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;membawanya ke rumah sakit. Dia dan bayinya tidak &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;selamat. Sebelum &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;meninggal, dia berpesan untuk memintakan maaf atas &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;segala kekurangan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kekhilafannya selama menyertaimu. Dia meminta maaf &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;karena tidak bisa &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;membuatmu bahagia. Dia meminta maaf telah dengan tidak &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sengaja &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;membuatmu &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;menderita. Dia minta kau meridhionya". Hatiku bergetar &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;hebat. " &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ke...kenapa ibu tidak memberi kabar padaku?". "&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketika Raihana dibawa &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ke rumah sakit, aku telah mengutus seseorang untuk &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;menjemputmu di rumah &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kontrakan, tapi kamu tidak ada. Dihubungi ke kampus &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;katanya kamu sedang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mengikuti pelatihan. Kami tidak ingin mengganggumu. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apalagi Raihana &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;berpesan agar kami tidak mengganggu   ketenanganmu&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;selama pelatihan. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ketika Raihana meninggal kami sangat sedih, Jadi &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;maafkanlah kami".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Aku menangis tersedu-sedu. Hatiku pilu. Jiwaku remuk. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketika aku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;merasakan cinta Raihana, dia telah tiada. Ketika aku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ingin menebus &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dosaku, dia telah meninggalkanku. Ketika aku ingin &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;memuliakannya dia &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;telah tiada. Dia telah meninggalkan aku tanpa memberi &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kesempatan padaku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;untuk sekedar minta maaf dan tersenyum padanya. Tuhan&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;telah menghukumku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dengan penyesalan dan perasaan bersalah tiada terkira.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Ibu mertua mengajakku ke sebuah gundukan tanah yang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;masih baru &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dikuburan  pinggir desa. Diatas gundukan itu ada dua &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;buah batu nisan. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Nama dan hari wafat Raihana tertulis disana. Aku tak &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kuat menahan rasa &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;cinta, haru, rindu dan penyesalan yang luar biasa. Aku&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;ingin Raihana &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;hidup kembali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Dunia tiba-tiba gelap semua....... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Sumber :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Buku : Pudarnya Pesona Cleopatra (Novel Psikologi &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Islam Pembangun Jiwa&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Karangan : Habiburrahman El Shirazy ( Penulis Novel&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; best seller &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ayat-ayat cinta)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8163905804026490912-8608759046665412360?l=ferdi-ferdian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/feeds/8608759046665412360/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8163905804026490912&amp;postID=8608759046665412360' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/8608759046665412360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/8608759046665412360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/2007/01/pudarnya-pesona-cleopatra-bag3-end.html' title='Pudarnya Pesona Cleopatra (bag.3) -tHe eNd-'/><author><name>dOnifErdiAn</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05060062951178837687</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_yp6O6Yo3O7A/RdTgXb2EctI/AAAAAAAAAA0/l4YYqG7IzVg/s72-c/CLEOPATR.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8163905804026490912.post-8637050103643636384</id><published>2007-01-29T18:29:00.000-08:00</published><updated>2007-02-15T14:41:35.442-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>Pudarnya Pesona Cleopatra (bag.2.)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selanjutnya aku merasa sulit hidup bersama Raihana,&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; aku tidak tahu dari &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mana sulitnya. Rasa tidak suka semakin menjadi-jadi. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Aku benar-benar &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;terpenjara dalam suasana konyol. Aku belum bisa &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;menyukai Raihana. Aku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sendiri belum pernah jatuh cinta, entah kenapa bisa &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dijajah pesona &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;gadis-gadis titisan Cleopatra.&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;" Mas, nanti sore ada acara qiqah di rumah Yu Imah. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Semua keluarga akan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;datang termasuk ibundamu. Kita diundang juga. Yuk, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kita datang bareng, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tidak enak kalau kita yang dieluk-elukan keluarga &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tidak datang"   Suara &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;lembut Raihana menyadarkan pengembaraanku pada Jaman &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ibnu Hazm. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pelan-pelan ia letakkan nampan yang berisi onde-onde &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kesukaanku dan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;segelas wedang jahe. Tangannya yang halus agak &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;gemetar. Aku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dingin-dingin saja. " Ma....maaf jika mengganggu Mas, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;maafkan Hana," &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;lirihnya, lalu perlahan-lahan beranjak meninggalkan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;aku di ruang kerja. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;" Mbak! Eh maaf, maksudku D..Din...Dinda Hana!, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;panggilku dengan suara &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;parau tercekak dalam tenggorokan. " Ya Mas!" sahut &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hana langsung &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;menghentikan langkahnya dan pelan-pelan menghadapkan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dirinya padaku. Ia &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;berusaha untuk tersenyum, agaknya ia bahagia dipanggil &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"dinda". " &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Matanya sedikit berbinar. "Te...terima &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kasih...Di...dinda, kita &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;berangkat bareng kesana, habis sholat dhuhur, insya &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Allah," ucapku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sambil menatap wajah Hana dengan senyum yang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kupaksakan. Raihana &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;menatapku dengan wajah sangat cerah, ada secercah &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;senyum bersinar &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dibibirnya. " Terima kasih Mas, Ibu kita pasti senang, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mau pakai baju &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;yang mana Mas, biar dinda siapkan? Atau biar dinda &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;saja yang memilihkan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ya?". Hana begitu bahagia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Perempuan berjilbab ini memang luar biasa, Ia tetap &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sabar mencurahkan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;bakti meskipun aku dingin dan acuh tak acuh padanya &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;selama ini. Aku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;belum pernah melihatnya memasang wajah masam atau &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tidak suka padaku. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kalau wajah sedihnya ya. Tapi wajah tidak sukanya &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;belum pernah. Bah, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;lelaki macam apa aku ini, kutukku pada diriku sendiri. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Aku memaki-maki &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;diriku sendiri atas sikap dinginku selama ini., Tapi, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;setetes embun &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;cinta yang kuharapkan membasahi hatiku tak juga turun. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kecantikan aura &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;titisan Cleopatra itu? Bagaimana aku mengusirnya. Aku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;merasa menjadi &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;orang yang paling membenci diriku sendiri di dunia &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ini&lt;/span&gt;. &lt;span class="fullpost"&gt;Acara pengajian dan qiqah putra ketiga Fatimah kakak &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sulung Raihana &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;membawa sejarah baru lembaran pernikahan kami. Benar &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dugaan Raihana, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kami dielu-elukan keluarga, disambut hangat, penuh &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;cinta, dan penuh &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;bangga. " Selamat datang pengantin baru! Selamat &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;datang pasangan yang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;paling ideal dalam keluarga! Sambut Yu Imah disambut &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tepuk tangan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;bahagia mertua dan ubundaku serta kerabat yang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Wajah Raihana &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;cerah. Matanya berbinar-binar bahagia. Lain dengan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;aku, dalam hatiku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;menangis disebut pasangan ideal. Apanya yang ideal. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apa karena aku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;lulusan Mesir dan Raihana lulusan terbaik &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dikampusnya dan hafal Al&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Quran lantas disebut ideal? Ideal bagiku adalah &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;seperti Ibnu Hazm dan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;istrinya, saling memiliki rasa cinta yang sampai pada &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;pengorbanan satu &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sama lain. Rasa cinta yang tidak lagi memungkinkan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;adanya &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;pengkhianatan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rasa cinta yang dari detik ke detik meneteskan rasa &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;bahagia. Tapi &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;diriku? Aku belum bisa memiliki cinta seperti yang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dimiliki Raihana. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sambutan sanak saudara pada kami benar-benar hangat. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Aku dibuat kaget &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;oleh sikap Raihana yang begitu kuat menjaga &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kewibawaanku di mata &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;keluarga. Pada ibuku dan semuanya tidak pernah &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;diceritakan, kecuali &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;menyanjung kebaikanku sebagai seorang suami yang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dicintainya. Bahkan ia &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mengaku bangga dan bahagia menjadi istriku. Aku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sendiri dibuat pusing &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dengan sikapku. Lebih pusing lagi sikap ibuku dan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mertuaku yang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;menyindir tentang keturunan. " Sudah satu tahun putra &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sulungku menikah, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;koq belum ada tanda-tandanya ya, padahal aku ingin &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sekali menimang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;cucu" &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kata ibuku. " Insya Allah tak lama lagi, ibu akan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;menimang cucu, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;doakanlah kami. Bukankah begitu, Mas?" sahut Raihana &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sambil menyikut &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;lenganku, aku tergagap dan mengangguk sekenanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah peristiwa itu, aku mencoba bersikap bersahabat &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dengan Raihana. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Aku berpura-pura kembali mesra dengannya, sebagai &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;suami betulan. Jujur, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;aku hanya pura-pura. Sebab bukan atas dasar cinta, dan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;bukan kehendakku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sendiri aku melakukannya, ini semua demi ibuku. Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Maha Kuasa. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kepura-puraanku memuliakan Raihana sebagai seorang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;istri. Raihana &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;hamil. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ia semakin manis. Keluarga bersuka cita semua. Namun &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;hatiku menangis &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;karena cinta tak kunjung tiba. Tuhan kasihanilah &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;hamba, datangkanlah &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;cinta itu segera. Sejak itu aku semakin sedih sehingga &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Raihana yang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sedang hamil tidak kuperhatikan lagi. Setiap saat &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;nuraniku bertanya" &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mana tanggung jawabmu!"  Aku hanya diam dan mendesah &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sedih. " Entahlah, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;betapa sulit aku menemukan cinta" gumamku. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dan akhirnya datanglah hari itu, usia kehamilan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Raihana memasuki bulan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ke enam. Raihana minta ijin untuk tinggal bersama &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;orang tuanya dengan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;alasan kesehatan. Kukabulkan permintaanya dan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kuantarkan dia &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kerumahnya.  Karena rumah mertua jauh dari kampus &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tempat aku mengajar, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mertuaku tak menaruh curiga ketika aku harus tetap &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tinggal dikontrakan. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketika aku pamitan, Raihana berpesan, " Mas untuk &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;menambah biaya &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kelahiran anak kita, tolong nanti cairkan tabunganku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;yang ada di ATM. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Aku taruh dibawah bantal, no pinnya sama dengan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tanggal pernikahan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kita".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah Raihana tinggal bersama ibunya, aku sedikit &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;lega. Setiap hari &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Aku tidak bertemu dengan orang yang membuatku tidak &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;nyaman. Entah apa &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sebabnya bisa demikian. Hanya saja aku sedikit repot, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;harus menyiapkan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;segalanya. Tapi toh bukan masalah bagiku, karena aku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sudah terbiasa &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;saat &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kuliah di Mesir. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Waktu terus berjalan, dan aku merasa enjoy tanpa &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Raihana. Suatu saat &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;aku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;pulang kehujanan. Sampai rumah hari sudah petang, aku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;merasa tubuhku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;benar-benar lemas. Aku muntah-muntah, menggigil, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kepala pusing dan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;perut &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mual. Saat itu terlintas dihati andaikan ada Raihana, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dia pasti telah &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;menyiapkan air panas, bubur kacang hijau, membantu &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mengobati masuk &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;angin &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dengan mengeroki punggungku, lalu menyuruhku istirahat &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dan menutupi &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tubuhku dengan selimut. Malam itu aku benar-benar &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tersiksa dan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;menderita. Aku terbangun jam enam pagi. Badan sudah &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;segar. Tapi ada &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;penyesalan dalam hati, aku belum sholat Isya dan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;terlambat sholat &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;subuh. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Baru sedikit terasa, andaikan ada Raihana tentu aku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ngak meninggalkan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sholat Isya, dan tidak terlambat sholat subuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Lintasan Raihana hilang seiring keberangkatan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mengajar di kampus. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apalagi aku mendapat tugas dari universitas untuk &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mengikuti pelatihan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mutu dosen mata kuliah bahasa arab. Diantaranya &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tutornya adalah &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;professor bahasa arab dari Mesir.   Aku jadi banyak &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;berbincang dengan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;beliau tentang mEsir. Dalam pelatihan aku juga &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;berkenalan dengan Pak &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Qalyubi, seorang dosen bahasa arab dari Medan. Dia &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;menempuh S1-nya di &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mesir. Dia menceritakan satu pengalaman hidup yang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;menurutnya pahit dan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;terlanjur dijalani. "Apakah kamu sudah menikah?" kata &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pak Qalyubi. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Alhamdulillah, sudah" jawabku. " Dengan orang mana?.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;" Orang Jawa". " &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pasti orang yang baik ya. Iya kan? Biasanya pulang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dari Mesir banyak &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;saudara yang menawarkan untuk menikah dengan perempuan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;shalehah. Paling &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tidak santriwati, lulusan pesantren. Istrimu dari &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;pesantren?". "Pernah, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;alhamdulillah dia sarjana dan hafal Al Quran". " Kau &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sangat beruntung, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tidak sepertiku". " Kenapa dengan Bapak?" " Aku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;melakukan langkah yang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;salah, seandainya aku tidak menikah dengan orang Mesir &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;itu, tentu &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;batinku tidak merana seperti sekarang". " Bagaimana &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;itu bisa terjadi?". &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;" &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bersambung lagi....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8163905804026490912-8637050103643636384?l=ferdi-ferdian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/feeds/8637050103643636384/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8163905804026490912&amp;postID=8637050103643636384' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/8637050103643636384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/8637050103643636384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/2007/01/pudarnya-pesona-cleopatra-bag2.html' title='Pudarnya Pesona Cleopatra (bag.2.)'/><author><name>dOnifErdiAn</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05060062951178837687</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8163905804026490912.post-2821837237985819834</id><published>2007-01-29T15:35:00.000-08:00</published><updated>2007-02-15T14:43:21.540-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>Pudarnya Pesona Cleopatra (bag.1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan panjang lebar ibu menjelaskan, sebenarnya sejak ada dalan kandungan aku telah dijodohkan dengan Raihana yang tak pernah kukenal. "Ibunya Raihana adalah teman karib ibu waktu nyantri di pesantren Mangkuyudan Solo dulu" kata ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami pernah berjanji, jika dikarunia anak berlainan jenis akan besanan untuk memperteguh tali persaudaraan. Karena itu ibu mohon keikhlasanmu", ucap beliau dengan nada mengiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pergulatan jiwa yang sulit berhari-hari, akhirnya aku pasrah. Aku menuruti keinginan ibu. Aku tak mau mengecewakan ibu. Aku ingin menjadi mentari pagi dihatinya, meskipun untuk itu aku harus mengorbankan diriku. Dengan hati pahit kuserahkan semuanya bulat-bulat pada ibu. Meskipun sesungguhnya dalam hatiku timbul kecemasan-kecemasan yang datang begitu saja dan tidak tahu alasannya. Yang jelas aku sudah punya kriteria dan impian tersendiri untuk calon istriku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa berhadapan dengan air mata ibu yang amat kucintai. Saat khitbah (lamaran) sekilas kutatap wajah Raihana, benar kata Aida adikku, ia memang baby face dan anggun. Namun garis-garis kecantikan yang kuinginkan tak kutemukan sama sekali. Adikku, tante Lia mengakui Raihana cantik, "cantiknya alami, bisa jadi bintang iklan Lux lho, asli ! kata tante Lia. Tapi penilaianku lain, mungkin karena aku begitu hanyut dengan gadis-gadis Mesir titisan Cleopatra, yang tinggi semampai, wajahnya putih jelita, dengan hidung melengkung indah, mata bulat bening khas arab, dan bibir yang merah. Di hari-hari menjelang pernikahanku, aku berusaha menumbuhkan bibit-bibit cintaku untuk calon istriku, tetapi usahaku selalu sia-sia. Aku ingin memberontak pada ibuku, tetapi wajah teduhnya meluluhkanku. Hari pernikahan datang. Duduk dipelaminan bagai mayat hidup, hati hampa tanpa cinta, Pestapun meriah dengan emapt group rebana. Lantunan shalawat Nabipun terasa menusuk-nusuk hati. Kulihat Raihana tersenyum manis, tetapi hatiku terasa teriris-iris dan jiwaku meronta. Satu-satunya harapanku adalah mendapat berkah dari Allah SWT atas baktiku pada ibuku yang kucintai. Rabbighfirli wa liwalidayya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Layaknya pengantin baru, kupaksakan untuk mesra tapi &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;bukan cinta, hanya &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sekedar karena aku seorang manusia yang terbiasa &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;membaca ayat-ayatNya. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Raihana tersenyum mengembang, hatiku menangisi &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kebohonganku dan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kepura-puraanku. Tepat dua bulan Raihana kubawa ke &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kontrakan dipinggir &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kota Malang. Mulailah kehidupan hampa. Aku tak &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;menemukan adanya gairah. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Betapa susah hidup berkeluarga tanpa cinta. Makan, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;minum, tidur, dan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;shalat bersama dengan makhluk yang bernama Raihana, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;istriku, tapi Masya &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Allah bibit cintaku belum juga tumbuh. Suaranya yang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;lembut terasa &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;hambar, wajahnya yang teduh tetap terasa asing. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Memasuki bulan keempat, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;rasa muak hidup bersama Raihana mulai kurasakan, rasa &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ini muncul begitu &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;saja. Aku mencoba membuang jauh-jauh rasa tidak baik&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;ini, apalagi pada &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;istri sendiri yang seharusnya kusayang dan kucintai. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sikapku pada &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Raihana mulai lain. Aku lebih banyak diam, acuh tak &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;acuh, agak sinis, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dan tidur pun lebih banyak di ruang tamu atau ruang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kerja. Aku merasa &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;hidupku adalah sia-sia, belajar di luar negeri&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;sia-sia, pernikahanku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sia-sia, keberadaanku sia-sia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tidak hanya aku yang tersiksa, Raihanapun merasakan&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;hal yang sama, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;karena ia orang yang berpendidikan, maka diapun tanya, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tetapi kujawab "&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tidak apa-apa koq mbak, mungkin aku belum dewasa, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mungkin masih harus &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;belajar berumah tangga" Ada kekagetan yang kutangkap &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;diwajah Raihana &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ketika kupanggil 'mbak', " kenapa mas memanggilku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mbak, aku kan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;istrimu, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;apa mas sudah tidak mencintaiku" tanyanya dengan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;guratan wajah yang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sedih. "wallahu a'lam" jawabku sekenanya. Dengan mata &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;berkaca-kaca &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Raihana diam menunduk, tak lama kemudian dia &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;terisak-isak sambil &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;memeluk &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kakiku, "Kalau mas tidak mencintaiku, tidak menerimaku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sebagai istri &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kenapa mas ucapkan akad nikah? Kalau dalam tingkahku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;melayani mas masih &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ada yang kurang berkenan, kenapa mas tidak bilang dan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;menegurnya, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kenapa &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mas diam saja, aku harus bersikap bagaimana untuk &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;membahagiakan mas, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kumohon bukalah sedikit hatimu untuk menjadi ruang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;bagi pengabdianku, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;bagi menyempurnakan ibadahku didunia ini". Raihana &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mengiba penuh &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;pasrah. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Aku menangis menitikan air mata buka karena Raihana &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tetapi karena &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kepatunganku. Hari terus berjalan, tetapi komunikasi &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kami tidak &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;berjalan. Kami hidup seperti orang asing tetapi &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Raihana tetap &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;melayaniku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;menyiapkan segalanya untukku. Suatu sore aku pulang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mengajar dan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kehujanan, sampai dirumah habis maghrib, bibirku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;pucat, perutku belum &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kemasukkan apa-apa kecuali segelas kopi buatan Raihana &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tadi pagi, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Memang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;aku berangkat pagi karena ada janji dengan teman. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Raihana memandangiku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dengan khawatir. "Mas tidak apa-apa" tanyanya dengan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;perasaan kuatir. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Mas mandi dengan air panas saja, aku sedang&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;menggodoknya, lima menit &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;lagi mendidih" lanjutnya. Aku melepas semua pakaian &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;yang basah. "Mas &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;airnya sudah siap" kata Raihana. Aku tak bicara &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sepatah katapun, aku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;langsung ke kamar mandi, aku lupa membawa handuk, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tetapi Raihana telah &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;berdiri didepan pintu membawa handuk. "Mas aku buatkan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;wedang jahe"   &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Aku diam saja. Aku merasa mulas dan mual dalam perutku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tak bisa &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kutahan. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dengan cepat aku berlari ke kamar mandi dan Raihana &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mengejarku dan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;memijit-mijit pundak dan tengkukku seperti yang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dilakukan ibu. " Mas &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;masuk angin. Biasanya kalau masuk angin diobati pakai &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;apa, pakai &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;balsam, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;minyak putih, atau jamu?" tanya Raihana sambil &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;menuntunku ke kamar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Mas &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;jangan diam saja dong, aku kan tidak tahu apa yang&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;harus kulakukan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;untuk &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;membantu Mas". " Biasanya dikerokin" jawabku lirih. " &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kalau begitu kaos &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mas dilepas ya, biar Hana kerokin" sahut Raihana &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sambil tangannya &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;melepas kaosku. Aku seperti anak kecil yang dimanja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ibunya. Raihana &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dengan sabar mengerokin punggungku dengan sentuhan&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;tangannya yang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;halus. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah selesai dikerokin, Raihana membawakanku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;semangkok bubur kacang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;hijau. Setelah itu aku merebahkan diri di tempat &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tidur. Kulihat Raihana &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;duduk di kursi tak jauh dari tempat tidur sambil &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;menghafal Al Quran &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dengan khusyu. Aku kembali sedih dan ingin menangis,&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Raihana manis tapi &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tak semanis gadis-gadis mesir titisan Cleopatra. Dalam &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tidur aku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;bermimpi bertemu dengan Cleopatra, ia mengundangku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;untuk makan malam di &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;istananya." Aku punya keponakan namanya Mona Zaki, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;nanti akan aku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;perkenalkan denganmu" kata Ratu Cleopatra. " Dia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;memintaku untuk &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mencarikannya seorang pangeran, aku melihatmu cocok &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dan berniat &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;memperkenalkannya denganmu". Aku mempersiapkan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;segalanya. Tepat pukul &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;07.00 aku datang ke istana, kulihat Mona Zaki dengan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;pakaian &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;pengantinnya, cantik sekali. Sang ratu mempersilakan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;aku duduk di kursi &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;yang berhias berlian. Aku melangkah maju, belum sempat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;duduk, tiba-tiba &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;" Mas, bangun, sudah jam setengah empat, mas belum &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sholat Isya" kata &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Raihana membangunkanku. Aku terbangun dengan perasaan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kecewa. " Maafkan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;aku Mas, membuat Mas kurang suka, tetapi Mas belum &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sholat Isya" lirih &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hana sambil melepas mukenanya, mungkin dia baru &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;selesai sholat malam. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Meskipun cuman mimpi tapi itu indah sekali, tapi &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sayang terputus. Aku &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;jadi semakin tidak suka sama dia, dialah pemutus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;harapanku dan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mimpi-mimpiku. Tapi apakah dia bersalah, bukankah dia &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;berbuat baik &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;membangunkanku untuk sholat Isya. (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;to be continued...&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8163905804026490912-2821837237985819834?l=ferdi-ferdian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/feeds/2821837237985819834/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8163905804026490912&amp;postID=2821837237985819834' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/2821837237985819834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/2821837237985819834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/2007/01/pudarnya-pesona-cleopatra.html' title='Pudarnya Pesona Cleopatra (bag.1)'/><author><name>dOnifErdiAn</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05060062951178837687</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8163905804026490912.post-359666353339586516</id><published>2007-01-26T04:12:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T15:32:49.305-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kontemplasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Impossible</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_yp6O6Yo3O7A/Rbyq1LMyySI/AAAAAAAAAAc/sXnNPbA90dc/s1600-h/untitled.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_yp6O6Yo3O7A/Rbyq1LMyySI/AAAAAAAAAAc/sXnNPbA90dc/s320/untitled.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5025079114754869538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Impossible is just a big word thrown around by small men who find it easier to live in the world they've been given than to explore the power they have to change it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Impossible is not a fact. It's an opinion.&lt;br /&gt;Impossible is not a declaration. It's a dare.&lt;br /&gt;Impossible is impotential.&lt;br /&gt;Impossible is temporary.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Impossible is nothing&lt;br /&gt;If You Believe In Allah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8163905804026490912-359666353339586516?l=ferdi-ferdian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/feeds/359666353339586516/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8163905804026490912&amp;postID=359666353339586516' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/359666353339586516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/359666353339586516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/2007/01/impossible.html' title='Impossible'/><author><name>dOnifErdiAn</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05060062951178837687</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_yp6O6Yo3O7A/Rbyq1LMyySI/AAAAAAAAAAc/sXnNPbA90dc/s72-c/untitled.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8163905804026490912.post-2512773647422914835</id><published>2007-01-26T02:21:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T15:32:49.469-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='humor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Leisure'/><title type='text'>Tips Melamar Pekerjaan via Surat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_yp6O6Yo3O7A/RbnY3rMyyRI/AAAAAAAAAAM/XHw6wzL4suo/s1600-h/DSC_3151.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_yp6O6Yo3O7A/RbnY3rMyyRI/AAAAAAAAAAM/XHw6wzL4suo/s320/DSC_3151.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5024285310309288210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang selalu gagal dalam mengajukan lamaran kerja, mungkin sudah tidak bisa dihitung jari. Ribuan lamaran dikirimkan, namun tak satupun ada balasan. Mungkin ada tips yang bisa dicoba....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. JANGAN TERLALU BANYAK MENGGUNAKAN SINGKATAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dgn Hrmt.&lt;br /&gt;ttrk dgn ikl lwg krj yg dmt pd srt kbr edisi sls , sy brmskd mengisi lwg yg bpk bthkn, rdri thn 1999 - 2004 , sy tlh bkj di aptk km farma , di bag cln srv. dri thn 2004-2005 , sy bkj di LC bank sbg kabag keu. dri thn 2005- smp skrg jd tkg pkr di BIp&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. JANGAN TERLALU BANYAK LAMPIRAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;sebagai bahan pertimbangan bapak , bersama ini saya sertakan :&lt;br /&gt;a. foto copy KTP bapak saya&lt;br /&gt;b. pas foto saya waktu disunat&lt;br /&gt;c. surat kelakuan baik seluruh keluarga saya&lt;br /&gt;d. bon hutang selama 1 tahun&lt;br /&gt;e. proposal permintaan sumbangan pembangunan mesjid di Rt saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. BAHASANYA SOK GAUL&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dgn hromat banget , boss!!!!&lt;br /&gt;halo boss , capee deeehhh!!!! apa kabar nich.....? baik baik aja dong , iya kan iya dong , bener kan bener dong....? saya mo ngelamar kerja nich..boleh dong...please...boleh ya...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. BAHASANYA SOK PREMAN.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;gue pernah kerja di kantor bokap , tapi lantaran gue sering bolos sama sering ngegodain skertaris kantor, gue dikeluarin, setan banget deehhh!!!! makanya sekarang gue ngelamar kerja di kantor elo , ga usah khawatir soal jabatan deh.....gue sih yg penting dibayar gede sama elo. ok deh!! gue tunggu panggilan kerja dari elo di rumah gue , kalo sampe tiga hari belom juga ada panggilan , elo bakal tau sendiri akibatnya....!!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. BAHASANYA SOK AKRAB.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dengan hormat ,&lt;br /&gt;hai apa kabar nih...? baik baik aja kan...?&lt;br /&gt;saya juga ketika menulis surat ini dalam keadaan sehat wal afiat, semoga kamu juga baik baik aja seperti saya disini. ngomong ngomong gimana kabar anak anak , sehat kan..? istri pasti makin cantik aja.....salam aja ya buat mereka. oya ..hampir lupa, saya bermaksud melamar pekerjaan pada perusahaan kamu bisa kan,.,,..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. TERLALU RESMI DAN BERTELE TELE.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dengan hormat,&lt;br /&gt;setelah saya membaca iklan lowongan pekerjaan di surat kabar ternama di ibukota , saya sangat tertarik dengan iklan yang anda muat disitu. oleh karena itu saya bermaksud untuk melamar pekerjaan tersebut dan juga sekalian harapan saya , dengan surat lamaran ini kita bisa mempererat tali silaturahmi antara kita berdua , bukankah dalam agama pun telah diterangkan betapa pentingnya arti sebuah silaturahmi...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8163905804026490912-2512773647422914835?l=ferdi-ferdian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/feeds/2512773647422914835/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8163905804026490912&amp;postID=2512773647422914835' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/2512773647422914835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/2512773647422914835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/2007/01/tips-melamar-pekerjaan-via-surat.html' title='Tips Melamar Pekerjaan via Surat'/><author><name>dOnifErdiAn</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05060062951178837687</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_yp6O6Yo3O7A/RbnY3rMyyRI/AAAAAAAAAAM/XHw6wzL4suo/s72-c/DSC_3151.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8163905804026490912.post-1155369739830808283</id><published>2007-01-26T02:02:00.000-08:00</published><updated>2007-02-15T15:03:55.052-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teknologi'/><title type='text'>For Better Living</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://images.google.co.id/images?q=tbn:ZLZKoqdr7vJkjM:http://student.valpo.edu/dtesch/Graphics/billgates.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 109px; height: 158px;" src="http://images.google.co.id/images?q=tbn:ZLZKoqdr7vJkjM:http://student.valpo.edu/dtesch/Graphics/billgates.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;KapanLagi.com&lt;/b&gt; - Fakta-fakta dari seorang Bill Gates:&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Bill Gates menghasilkan US$250 setiap detiknya, itu sekitar US$20 juta sehari dan US$7,8 milyar setahun!&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Jika dia menjatuhkan US$1.000, dia bahkan tidak perlu repot-repot lagi untuk mengambilnya kembali karena sama dengan waktu 4 detik untuk mengambil, dia sudah memperoleh penghasilan dalam jumlah yang sama.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. Utang nasional Amerika sekitar US$5,62 trilyun, jika Bill Gates akan membayar sendiri utang itu, dia akan melunasinya dalam waktu kurang dari 10 tahun.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. Dia dapat menyumbangkan US$15 kepada semua orang di dunia tapi tetap dapat menyisakan US$5 juta sebagai uang sakunya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;5. Michael Jordan adalah atlit yang dibayar paling mahal di Amerika. Jika dia tidak makan dan minum dan tetap membiarkan penghasilannya utuh dalam setahun sejumlah US$30 juta, dia tetap harus menunggu sampai 277 tahun agar bisa sekaya Bill Gates sekarang.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;6. Jika Bill Gates adalah sebuah negara, dia akan menjadi negara terkaya sedunia nomor ke 37 atau jadi perusahaan Amerika terbesar nomor 13, bahkan melebihi IBM.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;7. Jika semua uang Bill Gates ditukarkan ke dalam pecahan US$1, kita dapat menyusunnya menjadi jalan dari bumi ke bulan, 14 kali bolak balik. Tapi jalan itu harus dibuat non stop selama 1.400 tahun dan menggunakan total 713 buah pesawat Boeing 747 untuk mengangkut semua uang itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;8. Bill Gates sekarang berumur 40 tahun. Jika kita mengasumsikan dia dapat hidup 35 tahun lagi maka dia harus membelanjakan US$6,78 juta per hari untuk menghabiskan semua uangnya sebelum dia pergi ke surga.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;9. Tapi! Jika pemakai Microsoft Windows dapat mengklaim US$1 untuk setiap kali komputernya hang karena Microsoft Windows, Bill Gates akan segera bangkrut dalam waktu 3 tahun! &lt;b&gt;(cax)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8163905804026490912-1155369739830808283?l=ferdi-ferdian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/feeds/1155369739830808283/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8163905804026490912&amp;postID=1155369739830808283' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/1155369739830808283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/1155369739830808283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/2007/01/for-better-living.html' title='For Better Living'/><author><name>dOnifErdiAn</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05060062951178837687</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8163905804026490912.post-467860915050041549</id><published>2007-01-25T01:44:00.000-08:00</published><updated>2007-02-15T14:52:29.368-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kebanggaan'/><title type='text'>Executive Camp Ver.1.0</title><content type='html'>Aha..tiba juga hari yang dinanti. Pergi ke gunung, camping, api unggun dan mandi di air terjun. Minggu 21 Januari, aku dan teman-teman naik gunung untuk berefreshing dan memperkuat tali silaturahmi diantara kami yang satu organisasi. Kami ber-7. Rahmat boncengan dengan &lt;a href="http://topantambunan.blogspot.com/"&gt;topan&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://akusony.blogspot.com/"&gt;sony&lt;/a&gt; dengan udin, betha dengan ferry dan aku sendirian. Pagi hari sebelum berangkat adalah penentuan akhir apakah jadi bermalam digunung ato ga. Aku sudah memesan tenda ukuran 8 orang selesai shubuh hari ini. Ternyata koordinator lapangan saat acara, topan, memutuskan untuk tidak jadi bermalam dikarenakan satu dan lain hal.&lt;br /&gt;OK, tak jadi masalah buat kami. Keberangkatan kami jadwalkan jam 9an...ternyata sambil *nyanyi* seperti biasa... akhirnya kami berangkat pukul 10an. Itu pun ada tragedi pundung. Begini ceritanya. Bagiku sebuah dokumentasi untuk acara seperti ini adalah sangat penting. Ada sebuah nilai yang hilang bila dokumentasi tidak ada. Nah, saat mau berangkat kami semua belum ada yang megang camera. Nelpon ke riyandi, kuncennya alat poto lab rpl, udah dipinjem. Cek ke tempat Irsyad, jg lagi dipinjem ama didin, ass lab gartek. Waktu udah bergulir. Aku tetep keukeuh untuk membawa camera. Tapi ngeliat muka sang koordinator, nampaknya sudah pundung... abis kelamaan. 2 orang diutus untk ke lab gartek menjemput camera dilab. Aku sempat mampir ke rumah salah seorang teman untuk minjem camdig.. ternyata hasilnya NIHIL. Pantang menyerah, akhirnya kuputuskan untuk mendatangi teman putri yang punya camdig built in at HP alias HP berkamera. Lumayan, ketajaman lensa sampai dengan 2M.&lt;br /&gt;Alhamdulillah, dengan usaha maksimal dan kebaikan hati yang minjemin akhirnya 7 petualang meluncur ke lokasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8163905804026490912-467860915050041549?l=ferdi-ferdian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/feeds/467860915050041549/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8163905804026490912&amp;postID=467860915050041549' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/467860915050041549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/467860915050041549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/2007/01/executive-camp-ver10.html' title='Executive Camp Ver.1.0'/><author><name>dOnifErdiAn</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05060062951178837687</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8163905804026490912.post-5173714460368720226</id><published>2007-01-25T01:26:00.000-08:00</published><updated>2007-02-15T14:50:18.872-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kebanggaan'/><title type='text'>Fiuhh...Jakarta Jigo</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sudah sekitar 1 minggu kampus libur dari aktifitas akademik. Mahasiswa baru saja menyelesaikan ujian akhir semester ganjil. Beragam rencana dari yang bener-bener mem-planning sampai yang cuma menebar wacana mulai santer terdengar. Belum lagi yang udah ngambil tindakan duluan, ga ada hujan, ga ada badai tiba2 dapet telpon "wah udah dirumah ni...".&lt;br /&gt;Keinginan ku untuk pulang memang sudah lama. Tetapi aktifitas kampus membuatku terlena dengan dinamika yang sulit untuk ditinggalkan. Ada cita rasa tersendiri yang membuatku menikmati proses-proses itu.&lt;br /&gt;Tiba saatnya untuk kembali menghirup udara ibukota. Biar panas dan penuh dengan partikel-partikel polusi yang bakalan membuat paru-paru dan darah menghitam, tetep rumah orang tua ada disana. Rencana sudah mulai diplanning, tinggal memilih hari yang tepat untuk melaksanakannya.&lt;br /&gt;Sebelum pulang aku mendengar celotehan teman yang mengatakan punya cara murah ke Jakarta. Pikirku kalo murah, naek bis yang ekonomi juga ada, tapi abis itu biaya ke dokternya lebih mahal karena diperjalanan racun asap rokok terhirup olehku. Ternyata tidak. Harga murah tidak berarti payah. Fasilitas yang diberikan sama, tempat duduk nyaman, AC dan safety drive. Dan harganya bung, 23ribu saja. Tanpa terlalu pikir panjang, aku memutuskan untuk mencoba cara ini.&lt;br /&gt;Senin sore, diiringi hujan aku meluncur ke tempat pemberhentiannya, tol cileunyi, sekitar 1km dari kampus. Aku diantar Arki, anak Ciputat yang baru saja balik ke Bandung. Untuk mendapat tempat strategis, aku harus menanjak bukit menuju jembatan dengan model jalanan yang lurus sehingga bis dapat berhenti tidak terlalu mendadak. Saatku menunggu bis, hujan semakin deras. Beruntung aku membawa jas hujan pesanan ayahku di Jakarta. Beliau minta dibelikan di Bandung karena di Jakarta harganya mahal-mahal. Sembari nunggu aku memperhatikan kendaraan-kendaraan yang lewat. Bis-nya terlihat dari kejauhan. Ntah mengapa, aku hanya memperhatikan saja tanpa melambaikan tangan, seperti terhipnotis. Mmh..mungkin karena baru pertama ..hehe :) . Hujan belum reda, malahan bertambah deras. Kendaraan demi kendaraan berlalu lalang dihadapanku. Bis yang ku tunggu juga sudah lewat lagi, kali ini aku telat melambaikan tangan. Mungkin susah buat supir untuk memberhentikan kendaraan. Sudah 30mnt aku menunggu. Pola kedatangan bis ternyata per 15mnt. Bis datang lagi, tapi kali ini juga tidak mau berhenti,apa sebab? Disebelahnya mobil patroli sedang beroperasi. Mungkin klo berhenti, bis akan kena tilang.&lt;br /&gt;Langit semakin gelap,tanda2 bis akan datang mulai nampak. Aku tengah bersiap-siap. Kulambaikan tangan pada bis primajasa jurusan garut-lebak bulus. Dan,Alhamdulillah berhenti. Terburu-buru ku berlari. Akhirnya pengalaman pertamaku berakhir manis. Aku menikmati perjalanan sebelum tiba2 teman yang tadi mengantarku-arki-menelpon. "Fer,charger-nya ketinggalan.." HUaaaaaa..... (Jakarta JiGO)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kebaikan hidup bukan harus selalu mulus dalam pelaksanaan, justru bumbu-bumbu rintangan-lah yang akan menjadikan kebaikan hidup semakin sedap. (don)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8163905804026490912-5173714460368720226?l=ferdi-ferdian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/feeds/5173714460368720226/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8163905804026490912&amp;postID=5173714460368720226' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/5173714460368720226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/5173714460368720226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/2007/01/fiuhhjakarta-jigo.html' title='Fiuhh...Jakarta Jigo'/><author><name>dOnifErdiAn</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05060062951178837687</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8163905804026490912.post-862917818064957135</id><published>2007-01-20T04:24:00.000-08:00</published><updated>2007-01-25T05:06:48.886-08:00</updated><title type='text'>Awali dengan SENYUM dan TEKAD. Bismillah...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Senyuman tidak merugikan apa-apa tetapi memberikan sesuatu yang luar biasa. Senyuman memperkaya orang yang menerimanya, tanpa menjadikan orang yang memberikannya lebih miskin. Senyuman hanya memerlukan waktu sebentar, namun ingatan akan senyuman akan tinggal selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seorangpun yang begitu kaya atau kuat sehingga tidak bisa melakukannya dan tak seorang pun yang begitu miskin sehingga tidak bisa diperkaya olehnya.&lt;br /&gt;Senyuman menciptakan kebahagiaan di rumah, memupuk kemauan baik dalam bisnis dan merupakan simbol persahabatan. Senyuman membuat orang yang lelah merasa santai,&lt;br /&gt;menguatkan orang yang putus asa, dan merupakan obat alam untuk orang yang bermasalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi senyuman tidak bisa dibeli, diminta, dipinjam, atau dicuri; karena senyuman adalah sesuatu yang tidak berharga bagi siapapun kecuali jika senyuman itu diberikan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang yang terlalu lelah untuk memberikan senyuman. Berilah mereka senyumanmu, karena tak seorang pun yang sangat memerlukan senyuman seperti halnya orang yang tidak punya apa-apa untuk diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi hati-hati juga dengan senyuman - terutama tuk para penguasa.&lt;br /&gt;Jangan pernah memberikannya tuk menjilat mendapat kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;//&lt;br /&gt;Dan tekad, mudah-mudahan raga ini tetap berkomitmen untuk belajar melalui guru kehidupan dan berkarya berkontribusi nyata meski hanya lewat surat dari penjara.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8163905804026490912-862917818064957135?l=ferdi-ferdian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/feeds/862917818064957135/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8163905804026490912&amp;postID=862917818064957135' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/862917818064957135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8163905804026490912/posts/default/862917818064957135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ferdi-ferdian.blogspot.com/2007/01/awali-dengan-senyum-dan-tekad-bismillah.html' title='Awali dengan SENYUM dan TEKAD. Bismillah...'/><author><name>dOnifErdiAn</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05060062951178837687</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
